In Memoriam Anjar Sambada

ktp anjar

In Memoriam Anjar Sambada, 25 Oktober 2019

In Memoriam Anjar Sambada adalah tulisan untuk mengenang almarhum Anjar, Teman kita semua yang meninggalkan dunia ini tepat setahun yang lalu dihari ini tanggal 25 Oktober. Semoga beliau tenang di sana dan tak lupa kita semua untuk sejenak mendoakan beliau, mengirim doa agar Anjar mendapat tempat yang elok disisinya.

Profil Anjar Sambada

Anjar adalah warga alumni SMP 2 Pekalongan kelahiran Batang (29-11-1975) yang masuk pada tahun angkatan 1988 di kelas 1C dan lulus tahun 1991. Setelah lulus beliau meneruskan sekolahnya ke SMA Batang sekaligus menetap disana. Almarhum Anjar berperawakan atletis, berkulit putih bersih, rambut lurus dan hitam. Beliau meninggalkan istri dan seorang anak perempuan yang saat ini sudah menginjak kelas 2 SMA.

Almarhum Anjar sempat tinggal di Pekalongan (Bina Griya Blok B VI) karena Ayahnya yang merupakan pegawai Kejaksaan RI, pernah bertugas di Kota Pekalongan. Almarhum sempat mengenyam pendidikan dasar di SD Medono VIII di Binagriya Pekalongan mulai dari kelas 2 atau 3. Di SD Medono Almarhum bebarengan sama anak SMPN 2 Pekalongan lainnya seperti : Sinung Wibowo, Tri Yuniati, Haerati, Ismalia, Mula Prasetyawan, Abi Agus, dll.

Beliau bekerja sebagai kontraktor / pemborong yang membangun rumah dan sektor properti lainnya. Sejak lulus dari SMP 2 Pekalongan, Anjar tidak diketahui informasinya. Maklum jaman itu belum ada group whatsapp atau sekedar SMS. Mungkin karena sibuk bekerja dan tinggal di kota yang berbeda dengan kita-kita semua, Beliau jarang bertemu dengan teman-teman alumni walaupun ada beberapa teman yang masih kontak dan bertemu secara tidak sengaja.

Kepergian Anjar

Hingga pada hari Jumat di bulan Oktober tahun 2019, Kabar duka di pagi hari menyambar kami semua. Pada sekitar pukul 08.00 pagi, Pertama kali penulis  mendapatkan informasi dari  Sdr Sri Wisnu Satriadi melalui kontak FB messenger. Wisnu mengirim sebuah KTP bernama Anjar untuk memastikan apakah benar yang baru saja mengalami kecelakaan di Batang adalah teman nya (kita). Melihat KTP itu, Penulis memastikannya, walaupun berharap itu bukan Anjar. Sebelum memastikannya penulis menghubungi berbagai sumber untuk memastikan kebenaran data tersebut.

Kejadiannya pada pagi itu adalah seorang laki-laki  tertabrak kereta di perlintasan pada sekitar pukul 07.45 WIB, Innalilahi Wa Innailaihi Rajiun. Tak lama kemudian, Kawan Zaenal Arifin Bravo (BSM) dan beberapa kawan lain menelpon penulis untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut. Dimaklukmi bahwa kami semua memang tidak memiliki kontak Anjar, dan hanya bisa memastikan dari foto dan keterangan yang ada di KTP tersebut. Berita yang beredar makin luas, berikut cerita-cerita dari mulut ke mulut mengenai kecelakaan tersebut.

Penulis berusaha memastikan kebenaran kabar tersebut sembari mencari informasi yang akurat seperti :

  • Kronologi kejadian dimana Anjar sedang mengantarkan istrinya untuk membeli makanan / sarapan di warung, kemudian Beliau meninggalkan lokasi untuk membeli sesuatu (pulsa). Nahas, pada saat itulah Anjar menghadap Tuhan saat menyeberangi perlintasan KA.
  • Almarhum menggunakan kendaraan Honda Megapro atau sejenis yang ringsek total setelah tersambar kereta berkecepatan tinggi dari arah timur. Meski demikian, Alhamdulillah jasad beliau utuh, tidak terpisah-pisah atau tergilas kereta.
  • Kereta yang berangkat pada jam tersebut adalah Joglosemarkerto tujuan Pekalongan, Tegal, Purwokerto, berangkat dari Semarang pagi. Kebetulan salah seorang penumpangnya adalah adik dari teman yang memberikan informasi jam kejadian.
  • Palang pintu kereta yang tidak berfungsi di Perlintasan KA Jl. Yos Sudarso Batang, diperkuat dengan bukti CCTV dari sebuah Toko roti yang didapat penulis pada sekitar jam 14.00 siang melalui teman yang bisa mendapatkan copy rekaman video-nya.
  • Informasi Penguburan dan Rumah duka yang beralamat di Kadilangu Batang. Info ini didapat dari rekan yang tinggal di Batang dan Ia menyempatkan untuk datang mengecek Rumah sakit sekaligus melayat ke rumah duka. Info ini untuk memastikan keberangkatan wakil alumni untuk melayat ke rumah duka.

 

Foto-Foto Kejadian

anjar-sambada-00
Kendaraan yang ringsek

anjar sambada

in memoriam anjar sambada
Pemakaman Almarhum Anjar di Kadilangu Batang

Tentu penulis tidak serta merta paling tahu dan paling paham soal berita ini sendiri, karena saat itu posisi penulis tidak sedang di Pekalongan. Namun, Berkat dukungan dan kekompakan dari teman-teman semua, Alumni SMP 2 berkesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir berupa takziah kerumah duka. Sdr Agus Saiful dan Sdri Reinita datang pada siang hari untuk takziah di angkatan pertama. Anggota alumni juga merespon dengan baik ketika menyelenggarakan even donasi tali asih untuk keluarga yang ditinggalkan walaupun waktunya hanya sebentar (mepet).

Donasi / Tali asih untuk wafatnya Anjar

Almarhum anjar meninggal pada jumat 25 Oktober pagi hari. Dengan waktu yang sangat singkat, melalui pergerakan di group whatsapp berhasil mengumpulkan uang sejumlah 1.600.000. Pengumpulan donasi dimulai pukul 11.00 hingga pukul 15.00. Anjar dikebumikan pada hari Jumat siang Pukul 14.00 di makam Kadilangu Batang. Saat itu, Alumni SMP 2 Pekalongan diwakili oleh Sdr Anggraini, Novita Dianasari, Winarsih dan Riana Yuliastanti, bertakziah dan menyerahkan donasi tali asih yang  diterima langsung oleh istri yang bersangkutan.

alumni smp2
Alumni SMP 2 Takziah ke rumah almarhum Anjar.

Doa saat In Memoriam Anjar Sambada

Kini Anjar telah mendahului kita semua, Pada waktunya pun kita akan menyusul Anjar. Kami memohon pada teman-teman semua untuk menyempatkan walau sebentar mendoakan beliau pada momen setahun meninggalnya. Semoga Husnul Hatimah dirimu kawan, Al Fatihah.



1 thought on “In Memoriam Anjar Sambada”