Kamus Bahasa Pekalongan Terlengkap

Kamus Bahasa / Dialek Pekalongan

Kamus Bahasa Pekalongan adalah Sebuah artikel yang menghimpun beberapa kosa kata bahasa / dialek Pekalongan yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Orang Pekalongan mempunyai bahasa khas yang berbeda karakter dengan daerah lainnya. Induknya tetap Bahasa Jawa namun mengalami semacam pergeseran / pengaruh baik dari Geografi, Iklim, Budaya dan Kebiasaan masyarakat setempat.

Beberapa kosa kata mempunyai kesamaan dengan Bahasa Jawa atau bahasa di daerah sekitarnya, Seperti dialek Batang, Pemalang, Banjarnegara, Tegal dan sekitarnya. Untuk geografis wilayahnya bisa anda lihat di halaman Kota Pekalongan ini, Syaratnya anda harus bisa (membaca) bahasa Jawa dan pernah denger dialek Pekalongan.

Kamus Bahasa Pekalongan : Munculnya Dialek Pekalongan (Kojahan).

Menurut penulis, Perbedaan dialek yang timbul ini merupakan pergeseran penggunaan bahasa yang ditimbulkan karena perbedaan wilayah saja. Bahasa induknya tetap sama Bahasa Jawa, Namun ada cukup banyak istilah-istilah yang tidak didapatkan didaerah lain. Bahasa / Dialek Pekalongan tentu bukan bahasa kuno yang berdiri sendiri, Melainkan dialek yang sudah ada, berkembang dan menyerap dari bahasa yang ada disekitarnya. Karena menurut sejarah, Awal pertama komunitas orang Jawa itu berada di bagian barat pulau yang kemudian menyebar ketimur. Penyebaran ini lah yang membawa perbedaan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tadi, seperti geografi, musim, budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Ada perbedaan intonasi dengan daerah di Barat dan Timur-nya Pekalongan, Dimana, Semakin ke arah barat maka penekanan intonasi nya semakin tegas dan pengucapannya cepat. Sedangkan semakin ke arah timur semakin santai dan datar (melandai).  Penggunaan vokal A sangat mendominasi dialek di wilayah di bagian barat, sedangkan vokal O mendominasi dialek di wilayah timur. Semisal paling gampang adalah kata : Apa dan Opo. Dari pertemuan dua kutub itulah, Dialek Pekalongan eksis dengan dinamika dan ciri khasnya tersendiri.

Kamus Bahasa Pekalongan : Kosa Kata Bahasa Pekalongan yang Unik.

Ciri khas orang Pekalongan dalam berbahasa biasanya lugas bahkan cenderung kasar, keras, cepat, berlagu (tidak kaku) dan banyak menggunakan akhiran O atau Ho. Akhiran O ini mempunyai sifat setengah bertanya atau meyakinkan orang yang diajak bicara. Kecenderungan seolah-olah kasar ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti letak Geografis dimana Pekalongan berada di daerah pesisir pantai yang identik dengan hidup yang keras. Namun sejatinya “kekasaran” itu berbeda dengan kasarnya daerah lain. Kekasaran cara ngomong orang pekalongan sudah didahului dengan kesepakatan damai / santai yang tak tertulis yang sudah dipahami sejak lama.

Di Pekalongan tidak ada perbedaan strata dalam berbahasa, sehingga timbul asumsi bahwa dialek Pekalongan merupakan cara berbahasa yang kasar / tidak menghormati lawan bicara. Karena dalam budaya Jawa, yang berusia muda harus menghormati yang lebih tua saat ber-interaksi. Namun tidak semua orang Pekalongan lantas tidak bisa berbicara halus dan juga, Tidak semua nya berbicara dengan sense of harsh yang tinggi.

Pengaruh Budaya dalam Bahasa / Dialek Pekalongan.

Masyarakat Pekalongan adalah masyarakat yang majemuk. Ragam etnisnya cukup banyak dari Suku Jawa, Arab, Tionghoa, India, Bugis, Sunda, Madura, Batak dan sebagainya. Namun hanya tiga etnis yang pertama-lah yang merupakan kuantitasnya memadai sebagai mayoritas penduduk Pekalongan. Walhasil, Dialek orang Pekalongan pun banyak dipengaruhi oleh Bahasa Arab dan Bahasa Tionghoa (meski tidak terlalu banyak).

Wujud “Himpunan Bagian” tiga etnis ini bukanlah cerita baru, melainkan sudah menjadi bagian dari perkembangan Pekalongan baik dari sisi sejarah maupun budaya. Disamping itu juga terdapat “sisa-sisa peninggalan” kosa kata Belanda yang masih terpakai hingga saat ini.

Contoh kata serapan dari Bahasa Arab :

  • Règud : Regut (Tidur)
  • Syròb : Zròb  (Minum)
  • Harem : Harìm (Wanita)

Kata serapan dari Bahasa Tionghoa

  • Ciak : Makan
  • Zou : Cao (Pergi)
  • Cau do : Tauto (Soto Tauto)

Kata-kata dari bahasa Belanda.

  • Brug : Brùk (Jembatan)
  • Kak-Huis : Kakùs (Wc)
  • Stolp : Sèntolop (Senter)

Pelafalan Kata

Berbeda dengan Banjarnegara, Tegal, Brebes, Purwokerto dan sekitarnya yang masuk dalam kategori Ngapag, Bahasa atau Dialek Pekalongan-an tidak bisa dianggap Ngapag. Karena prinsip bicara Ngapag itu harus berakhir dengan mematikan huruf K atau G dengan dominasi kelengkapan vokal A. Dialek Ngapag menurut penulis Kamus Bahasa Pekalongan, lebih mendekati Dialek/Bahasa Sunda.

Misalnya :

  • Apa dibaca Apa(k), Sementara di Pekalongan Opo dibaca Opo
  • Lungo (Pergi) dibaca Lunga(k), sedangkan di Pekalongan kata Lungo ya Lungo.
  • Dowo (Panjang) dibaca Dawa(k), sedangkan di Pekalongan, Dowo tetap Dowo.

Dialek Pekalongan hampir sama prinsipnya dengan Dialek Wonosobo yang tidak bisa juga dibilang Ngapag tetapi jika dimasukan kategori Bahasa Jawa Halusan (Tengahan) juga aneh. Jika sudah masuk daerah Temanggung, Magelang, Semarang, Salatiga, Solo, Jogja dan sekitarnya, Maka kita akan bertemu dengan penggunaan bahasa Jawa yang lebih halus. Meski demikian masing-masing daerah mempunyai dialek, idiom, slang dan karakter tersendiri, yang kadang tidak terdapat didaerah lain meskipun sama sama menggunakan Bahasa Jawa.

Pelafalan Vokal dalam Huruf yang sama.

Ada beberapa pelafalan yang cukup membingungkan bagi orang yang tidak bisa Bahasa Jawa pada umumnya, Apalagi bahasa Pekalongan pada khususnya. Dikarenakan ada persamaan sekaligus perbedaan cara mengucapkan pada vokal yang sama. Tidak adanya tanda khusus seperti dalam Aksara Jawa (Wulu, Pepet, Taling Tarung, Suku, dll) membuat kita harus menentukan sendiri pelafalan yang akan diucapkan atau menirukan orang lain yang berkata-kata.

  • Perbedaan dan persamaan pelafalan pada Huruf I
  1. Kata yang  Huruf I-nya dilafalkan utuh seperti dalam kata Kendi atau Padi. Contoh  : Kemlithi, Keli, Wenehi, Sosi.
  2. Huruf I pada kata yang dilafalkan belok menjadi huruf E seperti dalam kata Pete atau Mete. Misalnya : Gumpil, Cuwil, Cebrik, Nggupir.
  • Perbedaan dan persamaan pelafalan pada Huruf U.
  1. Kata yang  Huruf U nya dilafalkan utuh selayaknya dalam kata Biru atau Malu. Misalnya : Ngangsu, Kaku, Gugu, Mulang.
  2. Huruf U Dilafalkan menjadi huruf O seperti dalam kata Perangko atau Bakso, Contoh : Kawur, Ketlingsut, Laut, Nempur.
  • Perbedaan dan persamaan pelafalan pada Huruf E

Untuk memudahkan memahaminya, Kamus Bahasa Pekalongan menggunakan sedikit Terminologi Sandhangan dalam Aksara Jawa.

  1. É Pepet : Huruf E dibaca seperti pada kata Perang atau Kamper. Contohnya  : Mbesengut, Mbedegel, Ndekem, Kenceng.
  2. Taling : E dibaca seperti pada kata Tempe atau Budhe. Misalnya : Mberat, Kae, Mrene, Kere.
  3. Ê dibaca seperti pada kata Ember atau Receh. Contoh katanya adalah : Liren, Ndrenges, Prenges, epleh.
  • Perbedaan dan persamaan pelafalan pada Huruf O
  1. Huruf O dilafalkan utuh seperti pada kata Polo atau Bemo. Contohnya : Ora, Bolah, Bonggan, Colo.
  2. Pelafalan huruf O yang berubah seperti pada kata Motor atau Pohon. Misalnya : Cemlorot, Mblocor, Kombor, Tenggor.

Kamus Bahasa Pekalongan : Penambahan Konsonan M, N, Ng atau Ke didepan kata.

Umumnya Orang Jawa. Ada beberapa kata yang dipermudah pengucapannya sehingga kata berubah bentuk. Dengan cara menambahkan konsonan didepan kata tersebut. Tujuannya secara alamiah adalah untuk memperpendek pengucapan agar tidak bertele-tele. Biasanya, Sebagian besar kata yang berawalan huruf B ditambahkan Konsonan M. Sedangkan untuk kata dengan awalan huruf D biasanya ditambahkan huruf N. Untuk konsonan Ng lebih bervariatif dan fleksibel jika ketemu 5 huruf Vokal atau konsonan huruf G. Dengan catatan, Tidak selalu berlaku semuanya.

  • Contohnya untuk Konsonan M :
  1. Blusuk : Mblusuk
  2. Brodol : Mbrodol
  3. Blesek : Mblesek
  4. Bledig : Mbledig
  • Contoh Konsonan N :
  1. Deprok : Ndeprok
  2. Dempis : Ndempis
  3. Dekem : Ndekem
  • Konsonan N dan G / NG
  1. Nggagar
  2. Ngabuk
  3. Ngegang.
  4. Nggendring
  • Awalan Ke
  1. Kedrimoho
  2. Kecandak
  3. Kedarung
  4. Keblusuk

Kamus Bahasa Pekalongan : Penyingkatan / pemendekan kata

Dimanapun bahasa yang digunakan, pasti akan ada semacam kebiasaan untuk menyingkat / mempersingkat kata dan meninggalkan kalimat baku hanya sekedar untuk mempermudah mulut mengintonasikannya. Berbeda dengan pengguna Bahasa Jawa di daerah Mataraman yang lebih sabar (pelan) dalam mengucapkan kata.

Misalnya :

  • Kokui, kata ini merupakan pemendekan dari kalimat Koyo Kuwi.
  • Kokie juga merupakan pemendekan dari kalimat Koyo kiye.
  • Nandi merupakan penyingkatan kalimat Nang Endi.
  • Dek dari kata Kadek.
  • Pak dari kata Apak.

Penekanan pada huruf L, M, N, W, dan Y

Didalam dialek khas Pekalongan, Ada penekanan tersendiri pada beberapa hurud. Huruf huruf tersebut biasanya dibaca lebih tebal dan ada penekanan (tidak datar) meskipun tidak semuanya. Ciri khas ini tidak banyak didapat di dalam Dialek Jawa Halus atau Dialek Sunda.

Misalnya :

  • Huruf L pada kata Trilong dilafalkan Tri-lhong bukan seperti pada kata Bolong.
  • Kata Warmad, Huruf M nya harus dilafalkan tebal Whar-Mhad tidak seperti kata Jimat.
  • Nono yang berarti Tidak Ada, dilafalkan Nho-Nho, tidak seperti kalimat Mrono.
  • Huruf W dalam kata Weng dilafalkan Wheng, bukan seperti kata Suweng.
  • Y juga demikian. Kata Ya atau Yo dilafalkan Yha. Tidak seperti pada kata Pepaya.

Penggantian Huruf Z menjadi Y dalam pelafalan.

Kerapkali kita akan menemui orang-orang yang mempunyai nama dengan huruf awal Z dipanggil dengan lafal yang berbeda. Dari huruf Z berubah menjadi Y.

Misalnya :

  • Zaenal menjadi Yaenal
  • Zamroni menjadi Yamroni
  • Rozi menjadi Royi
  • Zaini menjadi Yaeni

Penulisan (Penggantian) huruf K menjadi C.

Seringkali juga kita menemukan nama-nama khas natif Pekalongan yang menggunakan huruf awal C, Namun dilafalkan dengan huruf K. Tentu ada yang benar-benar menggunakan Huruf C yang dibaca C atau Ch atau Kh.

Misalnya :

  • Lafal Kasmuri namun ditulis Casmuri.
  • Kastolani ditulis Castolani.
  • Kasdi ditulis Casdi
  • Kasmito dituliskan menjadi Casmito
  • Kasturah ditulis menjadi Casturah

Penambahan akhiran Ng.

Kadang jika kita berbicara dengan orang natif Pekalongan atau bertemu dengan orang-orang tua (terutama ibu-ibu) yang sering menggunakan akhiran Ng. Entah karena kebiasaan atau memang ciri penggunaan dialek Pekalongan.

  1. Janganan menjadi Janganang.
  2. Sekolahan  dilafalkan Sekolahang.
  3. Koprekan menjadi Koprek’ang.
  4. Layangan berubah menjadi Layangang.

Kamus Bahasa Pekalongan : Perbedaan Dialek Selatan dan Utara

Di Pekalongan sendiripun ada perbedaan pelafalan yang diucapkan antara Wong “Kota” dengan “Wong Kidulan”. Daerah Pekalongan bagian selatan seperti Buaran, Kedungwuni, Wonopringgo, Kajen, dsb mempunyai karakter unik yang sedikit berbeda dalam berinteraksi bahasa. Sekali lagi tidak ada perbedaan strata antara Lor dan Kidul disini, Hanya berbeda ciri pelafalan saja.

Misalnya :

Daerah selatan lebih menggunakan penekanan vokal E dari pada A untuk sebagian kata

  • Bali (Pulang) dilafalkan Bheli
  • Banjir dilafalkan Bhenjir
  • Bandung dilafalkan Mbendung.
  • Jambu dilafalkan Jembu.
  • Wareg dilafalkan Whereg.

kamus bahasa pekalongan
Dalam Kamus Bahasa Pekalongan, Tesmak berarti Kacamata

Kamus Kosa Kata Bahasa / Dialek Pekalongan

Berikut sebagian kosa kata yang berhasil penulis himpun dari berbagai sumber untuk mewujudkan Kamus Bahasa Pekalongan yang paling lengkap. Jika ada salah dalam pengartian mohon dikoreksi, Karena Penulis bukan native Pekalongan (deles) yang setiap hari menggunakannya dan juga tidak seumur hidup berada di Kota Pekalongan. Saya hanya kebetulan lahir, Pernah tinggal dan Ingin kembali ke Pekalongan tumpah darah saya.

Sebelumnya penulis Kamus Bahasa Pekalongan mohon ampun, Apabila ada bahasa yang dianggap vulgar, Itu semata-mata penggunaan gaya bahasa sederhana agar mudah dipahami maksudnya. Jika ada yang merasa risih atau berkeberatan, Silahkan usul kalimat pengganti yang lebih proper.

Formatnya Penulisan di Kamus Bahasa Asli Pekalongan

Kata [Cara lafal] : Arti | Aktif  / Keterangan | Pasif / Keterangan | Contoh penggunaan dalam kalimat.

Kode Spesial karakter untuk mempermudah pelafalan

Huruf E

  1. Dibaca e seperti pada kata Tempe
  2. Dilafal é seperti pada kata Macet
  3. Dibaca ê seperti pada kata Flek

Huruf I

  1. I Dibaca seperti huruf I pada kata Mati.
  2. Ì Dibaca seperti E pada kata Pete.

Huruf O

  1. Dibaca O seperti pada kata Soto.
  2. Dibaca Ò seperti pada kata Motor.

Huruf U

  1. U Dibaca seperti U pada kata Umur.
  2. Ù Dibaca seperti O pada kata Perangko.

Kamus Bahasa Pekalongan : A

Ajar / Ajari [a-jar] : Belajar | Diajari : Diberikan pelajaran | Nyong pak ajar sik ah, Ngkesuk ono ulangan Jasa.

Ajip [a-jip] : Pujian bernada keheranan [Arab] | Ajip ah, Bocah sak mono wes do khatam turutan.

Akas [a-kas] : Keras | Segone akas, Iki mesti mau nggawene kurang banyu.

Al : Keren / Bagus | Filem India sing mau tak tonton nang Merdeka, Pemaine Al kabeh yakin.

Alih [alìh] : Pindah | Ngalih : Memindahkan diri | Dilih / Dialih : Dipindahkan | Barange dilih kono, Ojo nang kene, ngganggu wong liwat.

Alum [alùm] : Layu / Melempem | Useke alum wong wes limang dino ora kepangan.

Ambat [am-bat] : Tarik | Diambat : Ditarik | Nek wes sore biasane maine layangan do ambat-ambatan, Angine wes entek.

Angop [angòp] : Menguap | Nek wes ngantuk turu bae Nda, Dek mau angop bae.

Angot [angòt] : Kumat | Bocahe angot-angotan, Kadang niat kadang ora, Angel tok.

Ail [a-il] : Bosan / Percuma | Temune kowe maneh, Ail otok Nda / Nyong kon ngurusi kowe mben dino yo ail ra.

Anjut [an-jùt] : Terus-terusan / berlanjut | Kesel mulih dek Mbendar cok e, Mangklehe turune anjut nganti awan.

Anut [anùt] : Ikut | Manut : Mengikuti | Dinut : Diikuti | Nyong anut kowe lho, Asale nyong ra paham daerah kene.

Antog [an-thòg] : Sendawa | Bar mangan kewaregen trus anthog, Penake por.

Apek / Pek [a-pêk] : Petik / Ambil | Nongko-ne ojo diapek sik, Urung mateng nang uwit / Anake Lurahe dipek bojo karo Mantri.

Apek [a-pèk] : Bau tidak sedap | Klambine mambu apek asale urung garing wes disetriko.

Aring [a-rìng] : Ke | Yah mene wes adus, Pak lungo aring Nggrejo pok Koh?

Arip [a-rip] : Ngantuk | Aku wes arip nemen dek wingi rung turu, Kowe bali bae mono.

Aruh [a-ruh] : Sapa | Aruh-aruh : menyapa | Diaruh-aruhi : Disapa | Nyong mau diaruh-aruhi karo bapakane koncoku nang ndalan pas pawe.

Asale [a-sal-e] : Asalnya / Karena / Soalnya | Asale kowe sing marai ndisik, Mangkle konone jengkel ra.

Asik [a-shìk]: Benang Gelasan | Nggawe ashik dewe bae njo, Nganggo pecahan bohlam.

Atang-Atang [a-tang] : Telentang | Jah kuwi kekeselen cok e, Turune ngatang-atang.

Athek / Kathek [a-thêk] : Menggunakan | Nek pak ngethok kawat yo athek Tang ra, Ojo gunting.

Atis [a-tis] : Dingin | Hawane Kandangserang atise pok yakin, Mrono bae nek ra ngandel.

Atoh [a-toh] : Aduh | Atoh! Ojo mok jambak ra, Lorone pok yakin.

Atom / Setom / Slender [sètom] : Alat berat perata aspal : Nyong tau numpak atom pas ngaspal ngarep omah.

Awit / Kawit [a-wìt] : Sejak | Awit mbiyen aku kwi senenge mangan godong teh-tehan.

Ayah-ayah : Aneh-aneh | Wes ora usah ayah-ayah, Sing ono bae dikerjake nganti rampung.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : B

Babrik [mba-brìk]: Nama tempat jaman dahulu | Ben dino minggu, Aku aring Mbabrik niliki siwoku.

Babut [ba-bùt] : Permadani | Babute dilempiti, Ngesuk dinggo maneh asale.

Bacilik / Bahcilik [ba-ci-lìk] : Tuan kecil | Meh ndek mana kowe Bahcilik, Ojo jauh-jauh, Nti diseneni Ooh-mu loh.

Badheg [ba-dhèg] : Bau tidak enak | Kowe kok ambune badhege por, Ra tau adus mesti ho?

Badogan [ba-dhòg-an] : Makanan | Badogane opo bae kye, Tiwas mrene kudu sing enak ra suguhane.

Bal / Bal-balan : Bola / Sepakbola| Nyong wingi nonton bal nang Kraton karo jah Kalongmania.

Bandang [ban-dang] : Lari | Mbandang : Melarikan diri | Weruh ono cegatan, Aku langsung mbandang mlebu kampung.

Bandangan [ban-da-ngan] : Mendapatkan sesuatu tidak sengaja | Aku nduwe doro bandangan, Wingi entuk nang kandang mburi omah.

Bar-barane [bar-bar-an-e] : Ternyata Setelah itu | Tiwas nggowo tas plastik, Bar-barane panganane wes entek.

Barteh [bar-têh] : Timun Suri | Kowe tak mat-ke koyo Barteh, Ndadine (mletheke) dong wes tuwo.

Baseng [ba-sèng] : Bacin | Sepatumu ora tau dikumbah pok? Kok ambune basenge por.

Batir  [ba-tìr] : Pembantu (Rewang)| Batir e ora bali mrene maneh, Mangklihe nyong sing umbah-umbah karo nge-pel.

Bayong [ba-yòng] : Ikan Gabus | Nang ngisor bruk sepur Setono, Jare akeh bayonge nang kono.

Be / Bek : Aja  | Kowe bek angel dijak omong ogh, Opo maneh anak buahmu.

Bebelen [bè-bèl-èn]: Susah Buang air besar | Mangkane mangan sayur-sayuran ojo deging tok, Ben ora bebelen.

Bedu [bè-du]: Imbang / Draw / Percuma | Mau bal-balane nang tivi bedu / Yo bedu otok nek kowe ketemu ne aku.

Begu [bè-gu] : Bisu | Ngomong ra, Ojo koyo wong begu.

Bejane [bè-ja-ne] : Mengerjakan sesuatu dengan intens / sedikit memaksakan | Wong kae mbunteli es wit mau, Bejane urung mangan dek isuk.

Bekelan [bê-kèl]: Bermain bola dan bekel | Nduwe bal karet sing nggo bekelan pora mbak? Aku njelang.

Beko / Mbeko [mbè-ko] : Marah / Ngambek | Bocahe mbeko trus lungo, Goro-goro ora tak temoni.

Beleh [bè-lêh] : Bukan | Beleh kuwi, Sing wek-ku ono rendo-rendo ne.

Beleken / Bele’en [bê-lêk-èn]: Penyakit mata / Sindiran untuk tidak melihat | Matamu beleken pok? Wong koyo kui kok mok oyok-oyok?

Belis [bè-lìs] : Iblis | Belis kye bocah! Kandanane angel, Ncrekalan, tur raine atos!

Bengesan [bêng-ês]: Memakai Lipstik | Dibengesi : Diberi lipstik | Kowe ayune por yakin bar bengesan, Maune ora.

Bengor [beng-òr]: Capek mulut | Ngandani kowe nganti cangkemku bengor ora ono gunane, Percuma tok ora mok rungok-ke.

Benteh [mbèn-têh] : Nama daerah di bantaran Kali Banger | Kali banger ngidul nurut dalan bae ngko tekan Mbenteh.

Benthik [bèn-thìk] : Permainan dengan menggunakan kayu panjang dan pendek | Njo dolanan Benthik nang lapangan, Sut jreng sek, Kowe opo aku sing main ndisik.

Berko [bèr-ko] : Lampu depan sepeda Ontel Kuno | Pit Unto mu Berko-ne zik murup pora?

Bermi [mbèr-mi]: Nama tempat jaman dulu di barat Kramatsari | Ojo liwat Mbermi, Cok ono cegatan nek isuk.

Bendingsari [mbèn-ndìng-sa-ri]: Nama tempat jaman dulu di dekat stasiun| Jah cilik-cilik biasane do gelut nang Mbendingsari, Sepi asale.

Besusu [bè-su-su]: Bengkoang | Lotek e ora sah nganggo Besusu Lek, Kulitku wes putih.

Bethik [bè-thìk] : Ikan Betok | Jarene nang Kedung Patangewu akeh iwak Bethike, Nyong kok ora ngandel.

Beyos [mbê-yos] : Istilah untuk Boyongsari [slang] | Ojo kerep nang mbeyos sih, Ngko keno penyakit kangker lho.

Bijik [bi-jìk] : Menghentakkan kaki | Ponakanku bijik bae dek mau ora biso anteng.

Bilit / Mbilit [mbì-lìt] : Berhenti Sejenak | Mbilit Meminta berhenti sejenak / Time Out | Sik mbilit sik, Diundang ibukku kon ngentasi kumbahan. Ngko maneh ho?

Biya / Bia [bi-ya] : Berkelahi | Dibiya : Diajak berkelahi | Aku pak biya karo jah bigri, Ijen-ijen nang ngarep Ikamuda.

Biyek / Mbiyek [bi-yêk] : Dahulu | Mbiyek kayane aku tau nyilih duit karo kowe, Tapi klalen.

Blaik / Blais [bla-ik] : Hayo / Mampus | Blaik kowe, Nek wonge nesu trus ngamuk priye?

Blakin [bla-kìn] : Aspal Cair | Nek ngencot blakin, Sandalmu ireng kabeh mengkone.

Blangwir [blang-wìr] : Ambulance | Awas do minggir, Ono blankwir pak liwat.

Bledang-Bledeng [blè-dèng] : Keluar masuk | Zik kepayon kayane, Dek mau awan Kajine bledang-bledeng nang pasar, Nggowo Batik akeh.

Bledig [blè-dìg] : Kejar | Mbledig : mengejar | Boss e di bledig-bledig pegawe pajek, Asale ora tau nggawe laporan.

Blendingen [blèn-ding-èn] : Kebanyakan minum air / Kembung | Wetengku blendingen Leh, Kakean ngombe esteh karo tolak angin.

Blesek / Mblesek [blè-sèk] : Terbenam | Dibleseke : Dibenamkan | Ban e mblesek nang blethokan, Kandas ora iso mlaku mobile.

Blethok [blè-thòk] : Lumpur | Nek bar udan, Ngarep omah dadi blethok kabeh.

Blik / Blek [blìk / blêk]: Wadah | Tuku ne krupuk sak blek nggo rong minggu sisan, Mah.

Bloboh [blò-bòh] : Dermawan | Lurahe wonge bloboh, Kabeh wong mbecak nang poskamling sering dikei duit.

Blocor [blò-còr] : Terluka | Mblocor : Terluka darah keluar | Aku sering mumet, Asale tau ndase mblocor pas tibo keno buk.

Bludas-bludus [blu-dus] : Keluar masuk suatu tempat | Ojo bludas-bludus nang garasi sih, Ora penak karo bapakku.

Blukang [blu-kang] : Batang Daun Kelapa | Biasane nang ketokan Blukang karo wit klopo, Cok ono Wangwung-e.

Blusuk / Mblusuk [blu-sùk] : Terpencil | Keblusuk : Tersesat | Omahe Simbahku mblusuke por, Mburi kuburan tur nang tengah alas.

Bobok [bò-bòk] : Bongkar | Mbobok : Membongkar | Dibobok : Dibongkar | Knalpotku tak bobok-ke nang Senggol ben munine kemrincing.

Bolah [bo-lah] : Benang | Tuku bolah mono, Nggo ulur-uluran nek main layangan.

Bolo [bò-lò] : Teman | Kowe bolo ngendi denese? Kok mrono-mrene.

Bonggan [bo-nggan]: Salah sendiri | Bonggan kwe Nda, Simakmu ngluru kowe nggowo arit wong duite mok jikuk ra omong.

Bongko [bòng-kò] : Mangkel | Dolan karo jah kuwi marai bongko tok, Senengane njukuki rokok e kancane.

Bongko [bong-ko] : Jenis Jajanan terbuat dari Roti tawar | Nyong dijak simak-ku tuku Bongko Roti nang Pasar Anyar.

Bongkrek [bòng-krêk] : Makanan dari ampas tahu (Gembus)| Isuk-isuk mangan Sego megono lawuh bongkrek iso enake por!

Bontong [bòn-tòng] : Berboncengan Tiga | Nyong mulihe bontong jah telu, Lha asale bojoku bali ndisek.

Boom [bom] : Nama tempat / Istilah untuk daerah pantai | Dolan njo aring nge-boom, Nek pas Syawalan cok ono ndangdute.

Boreh [bò-rêh] : Melapisi minyak | Diborehi : Dilapisi minyak sekujur tubuh | Mulih kantor awakku mriyang, trus aku pijet karo njaluk diborehi sak awak.

Borok [bò-ròk] : Luka gatal  | Borok’en : Mengalami luka gatal | Kok borok-mu sangsoyo akeh nang sikil? Mbok diobati nyacak mangan Kadal.

Borot [bò-ròt] : Bocor | Ceret e jebule borot, Pantesan genine kompor mati terus.

Boyok [bò-yòk] : Punggung | Wes suwi ra tau Voli, Main pisan be boyoke rasane apak tugel.

Boyongsari [mbo-yong-sa-ri] : Nama tempat di daerah Panjang | Bapakku kerep nang Mboyongsari nek dino Seloso, Nyuntiki pasien ayu-ayu jare.

Brambangi / Mbrambangi [mbram-mbang-i] : Memerah hampir menangis | Bar dipathak penghapus karo Guru Jasa, Bocahe mbrambangi.

Brayan [bra-yan] : Adil / Setara | Kye ono duit, Dibegi-begi ho sing roto men brayan kabeh.

Brindil [brin-dìl] : Keriting | Kawit lahir kowe kui wes brindil, Pijar di luruske nombarang.

Brodol [brò-dòl] : Terlepas | Mbrodoli : Terkelupas dengan sendirinya | Wulu-ne Murai-ku pas pak didol kok mbrodoli, Ora sido payu ra.

Bruk [brùk] : Jembatan [Brug : Belanda] | Bruk Nggrogolan kae jare ambruk, Temenan po ra donge?

Buk [bùk] : Tembok (jembatan) | Kowe ngalor terus mengko ono buk sing di-cet abang, Belok ngiri tekan nggonku.

Busik [bu-sik] : Bersisik | Busiken : Mengalami kulit seperti bersisik | Sikil-ku busik kabeh asale bar adus nang Slamaran.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : C

Cacak [ca-cak] : Coba | Nyacak : Mencoba | Dicacak : Dicoba | Dicacak ndisik ra klambine, Sopo reti lobok.

Candak [can-dak] : Dapat / Sampai | Nyandak : Kesampaian | Wektune ora nyandak nek mlakune alon-alon ko kiye, Kenthes ra!

Cangkruk / Cangkrukan [cang-krùk] : Nongkrong bareng-bareng | Ngko mbengi pak do cangkrukan nang nggonku pok? Mumpung bojoku lungo.

Cao : Cabut / Pergi [Zou : Tionghoa] | Nyong pak cao ndisik, Wes dienteni koncoku nang Kradenan.

Caos : Saus [ca-os] | Nggon Nyong, Mie ne ora sah diwei Caos, Lek!

Catet [ca-tèt] : Peniti | Tulung copotke catet nang gegerku, Mas.

Cathak / Caplak [ca-thak] : Kutu rambut | Izik cathaken pora kowe, Ojo medek-medek aku, Ngko ndak ketularan.

Cawet / Sempak [ca-wèt] : Celana Dalam | Nek adus nang kolam renang yo kudune nganggo sempak tok ra, Ojo nganggo Clono.

Ceblung [cè-blùng] : Nama tempat di dekat Stasiun | Dolanane kok tekan Ceblung, Do pak opo donge? Nginjen pok?

Cebrik [cè-brìk] : Becek / basah di dalam rumah | Cebrik kabeh nggone, Lha talange borot, Tur urung klakon masang tegel.

Cecek [cè-cèk] : Cicak | Tuku permen ndog cecek saiki nang ndi ho? Zik ono sing adol opo ora?

Cecek [cê-cêk] : Gori / Nangka muda | Nek pak nggawe Megono, Cecek’e milih sing enom, Ojo bakule.

Cekakakan [cè-ka-kak] : Terbahak | Bocah-bocah do cekakakan weruh Engkohe katoke mlosdrong.

Cekek [cè-kêk] : Makanan | Cekekan : Makanan | Nyekek : Makan | Longko cekekan nang kene, Suko mulih bae, Ngelih otok.

Cekrek [cê-krêk] : Luka gatal | Cekreken : Mengalami luka gatal | Sikilmu cekreken kabeh kokuwi Wol, Opo ra isin kowe?

Celer [cê-lêr] : Makian kepada orang lain | Celer raimu pancen ogh, Marai dongkol tok.

Celes / Celis [cê-lês]: Makian pada orang lain pasif | Celes ogh jah kae, Dipercoyo nemen-nemen jebule ngapusi

Cemeleng [cè-mê-lêng] : Menyebalkan / Seperti celeng | Raimu ora usah cemeleng sih, Diatur kok angele nemen.

Cemet [cê-mêt] : Makian pada nasib | Cemet ah, Tiwas tak parani jebule ora ono.

Cemlorot [cèm-lò-ròt] : Gesit / Cepat | Bar tak iseni Oli racing, Montore dadi cemlorot.

Cemokan [cê-mòk]: Memakai Bedak | Anakku wes iso cemokan dewe saiki nek bar adus.

Cempe [cèm-pe] : Anak kambing / Honda Lawas | Kowe mrene numpak cempe pok?

Cenger [cê-ngêr]: Muka | Lha cengermu pak di deleh ngendi nek kejadiane koyo iki?

Centeng [cèn-têng] : Preman / Tukang Pukul | Boss e nek mrene nggowo centeng sangar-sangar.

Ceplik [cè-plìk] : Lampu Tempel | Nek nang Gandarum jaman mbiyen lampune nganggone Ceplik.

Cepon [cè-pòn] : Keranjang | Klambine nek wes garing, Dientasi trus didekek nang Cepon ndisik.

Cerme [ncèr-me] : Nama tempat jaman dahulu | Dek Yontaan aring Cerme kui pedek, Mlaku bae.

Cewok [cê-wòk] : Membersihkan setelah buang air besar | Mbiyek jaman cilik sing nyewoki kowe kui aku, Saiki kok wani karo aku.

Che : Rebut / Rayah | Diche : Dirayah | Kye pancen njaluk di-che peleme, Medite por wonge.

Ciak : Makan | Diciak : Dimakan / Diambil [Ciak : Tionghoa] | Aku mau ciak e sitik tok, Saiki wes ngelih maneh / Dorone rego larang puo tetep diciak karo Engkohe.

Cibuk / Ciduk [ci-bùk] : Gayung | Adus kok ora nganggo cibuk, Padakke nang kali otok.

Cicir / Cicer [ci-chìr] : Gelandangan | Pancen cicir koe ho, Ra tau mulih, Nek mulih ngenteke panganan tok.

Cilik Mentik [mèn-tik]: Kecil sekali | Bolongane Cilik mentik, Aku ra iso nglebokke nek ora nganggo tesmak.

Cincing [cin-cìng] : Mengangkat / menarik keatas kain bagian bawah / Santai | Banyune rob tekan ndapur, Cincing ra mangklihe / Aku ora kober cincing, Nyah! Pesenane gemblong zik akeh nemen.

Ciwek [ci-wêk] : Gampang menangis | Alah kokui be nangis, Ciwekan!, Padalo nyong ngecene biasa tok si.

Cluthak [clu-thak]: Suka menghilangkan barang | Bocah kae cluthake nemen, Barang-barangku do ilang

Cocot [cò-còt] : Mulut / omong | Nyocot : Ngomong | Ora usah kakean cocot kowe Ndes, Ayo biya bae!

Cok [còk] : Mungkin | Wes dadi cok e pesenane, Nyacak di telpon konone.

Cokrah [nco-krah] : Nama kampung di daerah Kraton| Omahku nang Cokrah, Sing ono ril e nang tengah ndalan.

Colo [co-lo] : Pergi tanpa pamit / bolos [slang] | Kowe wingi nangdi, Dienteni pak mangkat bareng malah colo.

Cumo [cu-mò] : Tapi / Cuman | Aku kwe senengane Pecak, Cumo ora seneng nek pecake iwak Pihi.

Cup / Cop [cùp] : Klaim /Pilih | Ngecupi : Memilih  | Dicupi : Diklaim | Mangkate sekolah do gasik-gasik, Apak do ngecup jegokan.

Cus [cùs] : Mantik / Ngecus : Memantik / Dicus : Dimantik | Nek ngecus mercon ojo nang nggir ngomah, Mbudeki!

Cuwil [Cu-wìl]: Terlepas / Hilang sebagian | Nek rotine mbok cuwili yo entek ra suwi-suwi.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : D

Dadah [da-dah] : Melambaikan tangan | Dadah-dadah : Melambai-lambaikan tangan | Bocahe tak tinggal nang plabuhan dadah-dadah karo nangis.

Dhadah [dha-dhah] : Pagar bambu | Dhadahe ambruk nggo lendetan cicir-cicir sing do main gaple nggal wengi.

Dahon [da-khòn] : Rokok | Dahonan : Rokokan | Bocah-bocah do dahonan kae nang mburi sekolahan, Wedi konangan guru.

Dangkak / Dangka’i [dang-kak-i] :  Kira | Tak dangka’i kowe wes pisah, Jebule urung ha ah?

Daplok [da-plòk] : Dewasa / Besar | Wes daplok tapi izik njaluk duit wong tuwone, Opo ora isin?

Darung [da-rùng] : Terlanjur | Kedarung : Terlanjur  | Wes kedarung atis wedange, Ora mok ombe dek mau sih.

Dayoh [da-yòh] : Tamu | Dayohe gaweke wedang ra Bu, Sak onone puo.

Dhe / Pakdhe / Budhe : Kakaknya ayah-ibu / Panggilan pada orang tua | Nang omah e Dhe Casmuri ono mejo pingpong, Mrono pok?

Dekek / Deleh [dê-kêk] : Taruh | Ndekek : Menaruh | Didekek : Ditaruh | Nek ndekek tesmak ojo nang kono, Ngko ndak tibo.

Dekem [dè-kèm] : Bersembunyi dengan jongkok / Selingkuh | Ndekemi : Menyelingkuhi | Kok do seneng ndekemi bojone uwong ho? Po ra wedi konangan? / Malinge ndekem nang njero kandang ayam sewengi, Diluru wong sak kampung.

Deles [dè-lès] : Asli / Natif | Kae wong Mbuaran deles, Angel kandanane nek kon belok nganggo reting.

Dempis / Ndempis [ndèm-pis] : Duduk di pojokan | Tacik e ndempis tok nang kono karo nangis, Bar kelangan gelang.

Denese [dê-nè-se] : Harusnya / Maksudnya | Priye denese kye? Wong kudune dadi saiki, Kok urung rampung?

Dengal [dè-ngal] : Dongak | Ndengal : Mendongak | Pak difoto ogh pijar ndengal-ndengal, Anteng sih!

Deprok / Ndeprok [de-pròk]: Rendah | Ndeprok : Di tempat rendah | Motorku tak deprokke, Shock e tak kethok / Mbok ojo ndeprok nang kono, Kene lungguh kursi.

Derep [dè-rèp] : Kerja disawah | Simak-ku nek isuk nderep, Nek sore buruh njait. Nyonge adol Es potong mubeng kampung.

Dhuwet [dhu-wèt] : Buah-buahan berwarna ungu (Jambu Keling / Jamblang) | Ilatmu kok warnane dadi ungu kabeh ? Bar mangan dhuwet pok?

Dilampu [di-lam-pu] : Dibantu / Meskipun | Sing penting wes nduwe omah dewe, Dilampu kerjo esuk awan mbengi puo.

Disik / Dikik [di-sìk] : Dulu / Dahulu | Ndisik kowe ayu saiki kok gembuk kokui?

Dobol / Dobos [dò-bòl] : Bohong | Ndobol : Berbohong | Didoboli : Dibohongi | Raimu senenge ndobol tok, Ora pak ngandel maneh aku saiki.

Dogo [dò-gò] : Pukul | Didogo : Dipukul | Aku didogo wong miyang goro-goro mliling.

Doklonyo [do-klo-nyo] : Eu De Cologne | Nek apak lungo numpak Coyo Kajen, Doklonyo ne dinggo sik ra, Men setil.

Domblong [ndòm-blòng] : Diam tidak bisa berbuat apa apa | Ndomblong : Terdiam | Bocahe ndomblong tok weruh montore ditarik leasing.

Domane / dumane [do-ma-ne] : Mentang-mentang | Domane saiki wes sugih kon cangkrukan karo bolo be ora tau gelem, Nyemengit yakin!

Dong [dòng] : Ketika  | Dong pas wulan besar kae, Kowe nyembeleh pora?

Donge [dòng-e] : Sebenarnya | Kowe ke niat pora donge ?

Dongglong [dòng-glòng] : Tinggi | Jah dongglong bae sing kon apek pelem, Ora usah nggowo genter.

Doplak [do-plak] : Mobil Pengangkut (pick up) | Karang nyong numpake doplak, Do ra ono sing nglirik aku.

Doplo [do-plo] : Bodoh | Bocah ra tau sinau yo dadine doplo, Ora munggah bola bali.

Drenges / Drengas-drenges [drêng-ês] : Senyum lebar | Ndrenges : Tersenyum lebar | Bar menang Porkas pok Lek, Kok drengas-drenges bae dek mau?

Dreswar / Driswar [dres-war] : Lemari (Dressware) | Jukuke clono coble nang dreswar Mah, Sing Baggy wes ora amot.

Druwang / Dluwang [dru-wang] : Kertas | Druwange ojo diguwaki, Dikumpulke iso didol nang bakul rongsok Senggol.

Dudu / Udu [du-du] : Bukan | Dudu kowe sing tak senengi, Tapi koncomu.

Duduh [du-dùh] : Kuah | Satene ora usah nganggo duduh Lek, Wagu nek nganggo.

Dugal [du-gal] : Jengkel | Ndugal : Menjengkelkan | Nyong dugale por nek weruh kowe dipisuhi wong tapi meneng tok.

Dulang [du-lang] : Suap | Ndulang : Menyuapi | Didulang : Disuapi | Aku bar ndulang anakku, terus lungo blonjo aring Sorogenen.

Dun / Medun [dùn] : Turun | Ngedunke : Menurunkan | Didunke : Diturunkan | Sopo sing wani ngedunke gendero Merah Putih, Tak tembak ndiase!

Dur [dùr] : Terus | Ngedur : Tidak berhenti | Bocah kuwi nek kerjo ngedur ora mandeg-mandeg, Sangar yakin.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : E

E / Ne : Nya (akhiran) | Umum e / Klambi ne

Edian [e-dyan]: Banget (Akhiran Penekanan )| Kowe kui wong urung ditawani kok wes mok pangan, Wagunedian / Njeleinedian.

Ejian / Edian [e-ji-an] : Edan / Kagum berlebih (Ungkapan) | Ejian ah, Saiki awakmu gering nemen ho? Diet Keto pok?

Embuh / Emboh / Mboh [èm-bùh] : Tidak tahu / Tidak mau tahu | Mbuh ah nyong ora pak melu melu urusane.

Emplok [èm-plòk] : Makan | Ngemplok : Memakan | Diemplok : Dimakan | Pilus e diemplok kabeh karo jah kae.

Enceh / Ace [ên-cêh] | Rambutan : Nggone simbahku encehe manis nemen, Tapi kerep dicolongi jah Blok C.

Encot : Injak [èn-còt] | Ngencot : Nginjak | Dincot : Diinjak | Ojo dincot-ncot kuwi, Bar dilorot urung garing.

Endo [ên-dò] : Menghindar | Ngendo : Menghindari | Diendani : Dihindari | Bocah kae nek dijak temon mesti ngendo, Alesane ono-ono bae.

Ente [en-te] : Kamu [Anta : Arab] | Ente wes suwi ora tau njajake aku ho, Ora nduwe duit pok?

Enter-enter [ên-tèr]: Pelan-pelan | Motore RX-Z puo tapi Kajine nek numpak enter-enter.

Entes / Ntesan [èn-tès] : Baru Saja | Ntesan bocahe dek kene, Trus mulih jare pak latihan Karate.

Epleh [ê-plêh] : Lunglai | Epleh-epleh : Lemas tak berdaya | Bar opo kowe kok epleh-epleh nang kursi? Ngusungi gabah pok?

Etokmen : Pura-pura [ê-tòk-mên] | Etokmen : Ceritanya/Pura-puranya | Etokmen kowe dadi pacarku ho, Ben ketok payu nang ngarepe bocah-bocah.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : G

Gabur [ga-bùr] : Lepas ke atas | Nggabur : Melepas ke atas | Gaburan : Bermain gambar | Dolanan gaburan nang nggonku njo, Longko angin / Bocahe dek mau nggabur doro ora bali-bali, Kesasar cok e.

Gagiang [ga-gi-ang] : Cepetan / Buruan / Saran untuk mempercepat | Gagiang ra mangkat, Ngenteni opo maneh?

Galbo [nggal-bò] : Perhatian | Nggalbo : Memperhatikan | Aku kok ora nggalbo, Jebul anakmu kuwi saiki wes kuliah ho.

Gambar Templek [têm-plêk] : Stiker | Nyong pak tuku Gambar templek Flash Gordon, Lek! Tuku selawe entuk piro?

Gandul [gan-dùl] : Pepaya | Ojo menek wit Gandul mburi omah, Ndak tibo!

Gantar / Genter [gên-têr] : Galah Bambu | Sangu gantar nggo nyengget pelem nang ngomahe Polisine.

Gaprak [ga-prak] : Beradu kaki | Jenenge be main bal, Gaprakan yo wes biasa.

Gebat [gè-bat] : Cium | Gebatan : Berciuman | Nang Monumen nek mbengi cok ono wong gebatan nang petengan.

Gebrek [gè-brèg] : Ribut / Berkelahi | Nyong pak gebrek karo jah Yontaan, Kowe pak do melu porak ?

Gedang [gè-dang] : Pisang [Goddank : Belanda] | Pingin mangan kolok gedang pok? Njo aring Prapatan Podo.

Gedang [gè-dang] : Istilah lama untuk payudara besar | Gedange Leh, Ora nguati yakin puo.

Gedrik [gè-drìk] : Huruf besar kapital | Lha kok gedrik kabeh tulisane? Seneni gurumu ra mengko.

Geger [gê-gêr] : Ribut | Nggegeri : Bingung / Panik  | Ora usah do geger! Menengo kabeh! Tak rampungane masalahe.

Gel [gêl] : Memang (Kata keterangan) |  Bocah kae gel nyengite nemen, Ra tau apikan karo aku.

Gel-dudu‘  / Gel por [gêl-du-du’] : Banget | Kayune atos e gel-dudu’ ah, di-graji mental tok.

Gelis [gè-lis] : Lekas | Nyong pak ngrampungke pesenan kristik ndisik, Men gelis entuk duit.

Gejer / Nggejer [nggè-jèr] : Tak berhenti | Ponakanku nangis nggejer njaluk ditukoke Layangan Koncer.

Gemadung [gè-ma-dùng] : Belum terlalu matang | Peleme ojo diapek sik, Urung mateng, Zik nembe gemadung.

Gemandul [gè-man-ndùl] : Bergelantungan | Katese nggon tonggoku gemandul marai pingin nyengget.

Gembeng [gèm-bêng] : Cengeng | Gembengan : Nangisan | Anakku wes gedi puo gembeng, Sitik-sitik nangis.

Gembil [gèm-bil] : Gemuk | Karang Jah gembil, Mau esuk wes mangan, Saiki mangan maneh.

Gembor / Gemboran [gèm-bòr] : Teriak | Nggembor : Berteriak | Gembar-Gembor : Arogan | Ora usah gemboran, Nyong wes krungu dek kene.

Gembuk [gèm-bùk] : Gendut | Mas, Nyong we saiki gembuke nemen, Klambine wes do ra sedeng, Tumbaske o?

Gemrenggeng [gèm-rèng-gèng] : Menggerutu tidak jelas | Wonge dikandani ora gelem, Gemrenggeng bae dek mau nang mburi.

Gembrobyos [gèm-brò-byòs] : Berkeringat banyak | Ruangane sumuke por, Wes ora klamben be izik gembrobyos.

Gendak [gèn-dak] : Pacar / Genda’an : Pacaran | Nggenda’ : Memacari | Digendak : Dipacari | Pembantune tonggoku digendak karo mas-ku. Mben awan didekemi.

Gendhul [gèn-dhùl] : Botol | Gendhule Kecap kui diklumpuke, Nek ono tukang rongsok, Didol payu, Leh.

Gentho [gèn-tho] : Preman | Nggentho :  Seperti preman | Dolane karo gentho-gentho terminal, Yo ra tau sekolah ra mangklihe.

Gesik [gè-sìk] : Teknik memukul kepala dengan gesekan kepalan tangan | Digesik : Dipukul kepala dengan digesek | Urung tau digesik ndase kae bocah, Liwat gang cilik kok pecicilan.

Gigu [gi-gu] : Jijik | Aku nek weruh Ulo rasane gigu nang awak. Po meneh ulo sing kae.

Gili [nggi-li] : Jalan | Dolane ojo tekan Nggili, Nok! Ngko ndak ketumbuk Kol Nge-boom.

Giras [gi-ras] : Bersemangat luar biasa / Galak | Bar dipakani Kelabang, Iwak Arwanane dadi giras.

Gledak / Nggledak [nggle-dak] : Jatuh terjerembab | Aku mau mbengi ngimpi melu olimpiade, Tangi-tangi wes nggledak nang samping dipan.

Glegek’en [glê-gêk-èn] : Bersendawa | Nyong Glegeken terus asale bar mangan Duren karo ngombe Kopi.

Glepung [glè-pùng] : Tepung | Diglepungi : Ditepungi | Aku ora seneng Tempe wudo, Senenge diglepungi.

Glendeng [glèn-dèng] : Bergunjing | Ngglendengi : Membicarakan orang lain | Diglendengi : Jadi Bahan Pembicaraan orang | Dek mau opo ra bosen sih ngglendengi artise terus, Wonge ngko pak mene jare.

Gondel [gon-dêl] : Pegang / Gondelan : Pegangan | Nggondel : Membonceng | Digondeli : Dipegangi | Aku lungo nang Semarang nggondel Sepur / Aku pak lungo nang Kertijayan jane, Tapi digondeli anakku

Gopret [go-prêt] : Cerewet | Simakmu goprete nemen ho, Kokui be geger.

Gorem / Betengan / Rok Beteng [go-rêm]  : Sebuah permainan ketangkasan | Njo dolanan gorem-an nang lapangan, Mumpung ngesok minggu.

Gragas / Nggragas [gra-gras] : Apa saja mau | Ojo nggragas nemen-nemen sih, Jambu bosok kok dipangan.

Grujuk [gru-jùk] : Siram | Digrujuk : Disiram | Nek wes awan ora tangi, Tak grujuk banyu loh kowe!

Grumung / Grumungan [gru-mung] : Berkumpul ngobrol santai | Kae mau bocah-bocah do grumungan tekan Mbegrib, Bar kui do bali.

Gudal [gu-dal] : Kotoran Di Gigi | Bocah ora tau sikatan, Gudale marai mambu nek kojahan.

Guder [gu-dèr] : Panik | Wes tekan Sentiling jebule bojokune ketinggalan, Guder ra nyong e.

Gugu [gu-gu] : Tertawa sendiri | Aku gugune por nek mbayangke kathokmu mlosdrong pas panjat pinang pitulasan.

Gujih [gu-jìh] : Menanyakan semua hal | Kowe kok koyo tukang sensus, Gujih bae dek mau takok sopo bae sing melu.

Gumpil [gum-pìl]: Pecah sedikit | Mangkoke gumpil goro-goro tibo kesenggol.

Guwak : Buang [gu-wak]| Ngguwak : Membuang | Diguwak : Dibuang | Kui bathang e ojo diguwak nang kali, Dipendem bae.

 

Kamus Bahasa Pekalongan
Dalam Kamus Bahasa Pekalongan, Gugu berarti tertawa sendiri.

Kamus Bahasa Pekalongan : H

Ha a / Ha ah : Benar / Mengiyakan | Ha ah, Kokuwi sing tak karepke / Po ha ah sih?

Hajak / Nyacak [ha-jak] : Coba (Kalimat tanya) : Pak mbonceng sopo kowe saiki hajak? Wes do mangkat kabeh dek mau.

Hengkeng [hêng-kêng] : Jengkel (plesetan dari jengkel) | Ora sah hengkeng ra, Wong guyon tok be.

His [his] : Kata sanggahan | His! Dudu aku sing ngrusake karambole, Aku ora melu main.

Hiso / iso [hi-sò] : Bisa | Aku nek weruh jah kae hiso grogine pok yakin.

Hoo : Ungkapan tidak suka | Hooo, Lha koe salahe ora mrene ket mau.

Hop : Stop / Menyuruh berhenti | Hop sik, Hop, Mbalik, Kae mau nang mburi ono wong tibo kesrempet Chevrolet.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : I

Ider [i-dèr] : Keliling | Ngider / Mider : Berkeliling | Nyong mben sore ider gemblong nang perumahang, Nggo tambah-tambah.

Inggrang-Inggring [ing-gring] : Ragu-Ragu | Wes ora usah inggrang-inggring, Parani bae kharime.

Iwak [i-wak] : Ikan / Lauk | Aku mau nang mantenan mangane iwak ayam, tapi sitik tok.

Iwig [i-whig] : Sedang repot | Nyong mangkate telat, Zik iwig ngurusi obat batik kye.

Izik / Isik [i-zìk] : Masih | Izik opo kwe Nju? Nugeli ndas urang pok?

Itik-itik / Ilik-itik [i-lik-i-tik] : Perbuatan membuat geli / Ngilik-Kitik : Membuat Geli | Bojoku wonge kerinan, Tau tak ilik-itik nganti nangis.

 

Kamus Bahasa Asli Pekalongan : J

Jablut [ja-blùt] : Kata ganti orang ketiga kasar | Goro-goro jablute kae, Aku mangklehe kelangan duit akeh.

Jadam [ja-dam] : Pelit | Raimu jadame por ah, Njaluk sitik be ora dike’i

Jah : Cah | Jah ndi kowe, Le? Pak opo nang kene?

Jajal / Jajak [ja-jak] : Coba | Njajal : Mencoba| Dijajal : Dicoba | Aku pak njajal montor anyar-mu oleh po ra?

Jambal / Njambal [jam-bal] : Memakan tanpa nasi / Mengambil lauk | Lawuhe dijambali  karo anakku, Pas bapakane mulih, Garek Sego otok.

Jangan [ja-ngan] : Sayur | Janganan : Sayuran | Nyong dikongkon Simakku tuku janganan nang kidul Pasar Mbenyurip.

Jebulno’o / Jebule [jè-bul-nò-ò] : Ternyata | Jebulno’o kowe kui Hansip ha a? Tak kiro Tentara.

Jegok / Jagok [je-gòk] : Duduk | Dijegoki : Diduduki | Bar njegok nang ngarep omahmu, Wonge trus mlayu ngetan karo zarig sandal.

Jek [jêk] : Ajak | Ngejek : Mengajak | Dijek : Diajak | Aku dijek koncoku aring Ndoro, Niliki kebon Cecek.

Jembeng [jèm-bêng] : Lebar | Dijembeng : Dibuka lebar | Klambiku sing teles tak jembengke nang wit-witan, Men cepet garing keno angin.

Jendel [jen-del] : Lemot / Bodoh | Kok jendel ho uteku ho, ora nggalbo nek kowe ke jebule duite akeh, reti kokui aku nyilih duit.

Jengklek [jêng-klêk] : Lompat satu kaki | Kowe zik biso dolanan jengklek pora? Jare bar tibo?

Jepat / Njepat [jè-pat] : Lepas | Sadel pit ku njepat, Asale baute ora kenceng.

Jibal [ji-bal] : Menyebalkan / Kampungan [Arab] | Kowe ke jibale nemen ho, Ngisin-isinke aku nek carane kokiye.

Jota’an [jo-tak-an] : Tidak saling menegur / Saling mendiamkan | Njotake : Mendiamkan | Dijotaki : Didiamkan | Aku dijotaki karo adiku, Pak nyilih raket ora diselangi.

Jubin [nju-bin] : Lantai | Dolanan Sekak ojo nang kasur ra, Nang jubin bae ben penak.

Jukung [ju-kung] : Perahu | Jukungan : Naik perahu | Nyong wes tau jukungan dek Pesindon tekan bruk loji, Ora iso bali.

Jungkat [jung-kat] : Sisir | Dijungkati : Disisir | Ora usah jungkatan, Percuma wong rambutmu kriwil kokui ogh.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : K

Ka’al [ka-al] : Alat kelamin pria [slang] | Ka’al-ku loro goro-goro sadel pit-ku ucul.

Kaco’an / Kacokan [ka-cok-an] : Urakan | Kowe nek mangan Soto kok kacokan temen? Siji be nyong ora entek, Kowe kok iso tekan telong mangkok.

Kadi / Kadek / Dek [dêk] : Dari | Kadek ngendi bae Nok? Kok pernahe kesel nemen.

Kae [ka-e] : Itu | Sopo kae arane kok pernahe wes tau mrene tuku kripik pedes.

Kaku’ / Kaku’ah [ka-kuk] : Lucu yang tak bisa diungkapkan | Yo kaku’ah, Wong bar ngising kok ora cewok langsung mbandang.

Kakus : Kamar Mandi / WC [KakHuis: Belanda] | Nek ngising dibiasake nang kakus ra Wol, Ojo nang kebon. Tutupi godong pring pok men garing?

Kalam [ka-lam] : Bicara / Merayu [Arab] | Ngalam : Merayu | Dikalam : Dirayu | Ojo kesuwen ndang dikalam, Mumpung zik singgel.

Kaliren [ka-lir-en] : Kelaparan / Masuk angin | Nyong cok kaliren kye, Wes urung mangan dek isuk tur ora nggowo jaket.

Kamigilan [ka-mi-gi-lan] : Ketakutan | Bocahe nek weruh aku kamigilan, Asale izik nduwe utang akeh.

Kapiran [ka-pir-an] : Terlunta / Nelangsa | Melas kae bocah kapiran nang omah, Bapakkane gendak’an bae, Simakane mberat ora tau mulih.

Kaplak [ka-plak] : Tua / Dewasa | Wes kaplak tapi izik koyo jah cilik kelakuane, Senengane nyolongi Pelem.

Kaplok [ka-plòk] : Menampar dengan telapak tangan | Ngaplok : Menampar | Dikaplok : Ditampar | Aku mau dikaplok bojoku goro-goro pingin kawin maneh.

Karang [ka-rang] : Memang | Karang izik rejekine, Adol barang bosok be payu larang.

Katok [ka-tòk] : Kelihatan | Dek ndi bae Nju, Ra tau katok? Piknik nang Weleri pok?

Katut [ka-tùt] : Ikut | Ngatut : Ngikut | Bocahe ora katut mlebu, Asale umure urung nyandak.

Kawur [ka-wùr] : Tertiup angin | Pemeane do kawur kae, Angin e kencenge pok.

Kebek / Kebak [kè-bèk] : Penuh | Ngebeki : Memenuhi | Dikebeki : Dipenuhi | Kol e Slamaran kebek, Mangklihe nyong mbonceng koncoku sing liwat.

Kebyek [kê-byêk] : Repot | Bojokune lungo, dong ono tamu akeh, kebyek ra nyonge longko sing ngrewangi.

Keceh [kè-cêh] : Bermain air | Kecehan : Bermain-main dengan air | Ojo kecehan bae ngko tanganmu mbededeg tur masuk angin.

Kecer / kecret [kê-cêr] : Tumpah / Terjatuh | Oline do kecer nang ndalan, Marai lunyu, Cok akeh sing do kepleset kye.

Kecing [kè-cing] : Penakut | Nguyuh nang kamar mandi dewean be pijar diter, Kecing e nemen ah.

Keder [kê-dèr] :  Bingung | Weruh asu anteng kok keder bae, Padalo asune meneng otok.

Kedik / Kedig [kè-dik] : Garuk-garuk kepala karena gatal | Salahe ora tau samponan nek adus, Yo kedik ra mangklehe.

Kedrimoho / Dermoho [dri-mó-hò] : Sengaja | Aku kye ora kedrimoho dolan mrene, Lha kok ketemu kowe meneh cah ayu.

Kejedak [kè-jè-dak] : Jatuh Kebelakang | Bocahe ditabrak dek ngarep tibo kejedak, Melaske kae saiki semaput.

Kejek [kê-jêk] : Tidak bisa tenang / memaksa | Dek mau kejek bae ngejak bali, Pembantumu ayu pok?

Keju [kè-ju] : Takut / Sindrom Ketinggian | Nyong nek nang lantai pitu, Weruh ngisor hiso keju-ne pok.

Kelar [kè-lar]: Selesai [Klaar : Belanda] | Aku wes kelar tugas’e , Bar iki pak nang Perpus moco Tiger Wong.

Keler [kê-lèr] : Toples / Stopfles  | Keler e apik tah, Tapi nek longko isine, Yo percuma tok.

Keli [kê-li] : Hanyut | Ngeli : Menghanyutkan diri | Klambiku keli nang Kali Pencongan.

Kemaki [kè-ma-ki] : Sok | Ora sah kemaki Le, Jah wingi sore be nggaya!

Kemecer [kè-mè-cèr] : Ingin segera | Lanangane wes kemecer pingin mlebu kamar, Padahal tamune zik akeh.

Kemisan / Kamisan [kè-mis-an] : Hari gajian | Wong Kalongan kwi biasane nek bar kemisan, Do nglencer, Lha ngesoke prei asale.

Kemlithi / Mlekiti [kèm-li-thi] : Sok / Arogan | Nang Njarkata dari tukang jogo pipo be iso nek mulih Kalongan kemlithine por.

Kemproh [kèm-proh] : Jorok | Mbok ojo kemproh-kemproh sih, Kamare ditoto sing rapi.

Kemrincing [kèm-rin-cing] : Gemerincing suara | Celengane tibo dek lemari, Duite kemrincing nang mester.

Kenceng [kèn-cèng] : Cepat / Kencang | Ngencengi : Mengencangkan | Dikencengi : Dikencangkan | Angine kenceng, Marai kawur kabeh bukune / Tali sepatune dikencengi ndisik nek apak main bal.

Kentel [kèn-tèl] : Kental | Kowe kan konco kentel-ku awet cilik, Kok iso saiki ora bolo?

Kenthel [kên-thêl] : Pukulan | Ngenthel : Memukul | Dikenthel : Dipukul | Tak kenthel raimu nek kakean koya!

Kentheng [kèn-thèng] : Ganteng | Sing nduwe rental mobil kenthenge pok yakin, Aku betah disupiri.

Kenthes [kèn-thês] : Kebut | Ngenthes : Ngebut | Dikenthes : Dikebut | Bar tuku montor anyar, Langsung dikentheske nang Njetayu.

Kenthir [kèn-thìr] : Gila | Jah kenthir, Kolang-kolang kok nggo renang.

Kenur [kè-nùr] : Senar | Nyong biasane nek tuku kenur gelasan nang Jalan Bandung, Nggo mancing.

Kepek [kê-pêk] : Tuli | Raimu kye pancen kepek ho, Wes diomongi bola bali ora ngrungoke.

Keperang [kè-pèr-rang]: Tidak sengaja terluka tangan kena pisau | Tanganku metu getihe, Mau keperang pas ngirisi brambang.

Kepleyak [kè-ple-yak] : Tidak Sengaja Menginjak | Aduh sepatuku mambu, Mau bar kepleyak tembelek.

Kepruk [kè-prùk] : Memukul kepala dari atas menggunakan barang | Malinge dikepruk nganggo helm karo tukang bakso nganti metu getihe.

Kere [ke-re] : Payah / Tidak Mau : Kere ah, Nyong nek kon melu aring Linggo, Kesel tok

Keriwil [kè-ri-wìl] : Roda Bergerigi  | Keriwilane diganti sing gedi, Ben tarikan motormu tambah kenceng.

Kerep [kè-rèp] : Sering | Aku kerep liwat ngarep omah mu, Tapi ra tau temu.

Keron [kè-ròn] : Khawatir | Aku keron bojoku nang ngomah dewean wedi nek ilang, Aku pak bali sek ho.

Kesingsal [kè-sing-sal] : Hilang karena lupa | Hape-ne kesingsal, Tak luru urung temu.

Kesle [ke-sle] : Senggama | Kowe kakean kesle, Mlaku sedelok tekan kono be ora kuat.

Kesliring [kè-sli-rìng]: Terkena sesuatu yang bukan sasaran semestinya | Aku mau nang Mbendan kesliring, Ora ngerti opo-opo dikawuk uwong.

Ketengan [kê-thêng-an] : Sebuah permainan ketangkasan | Aku bolo kene, Kowe bolo kono, Wes njo ditapuki ketengane.

Ketip / Kentip [kè-tip] : Tinggi Sekali | Omongane ketipe por yakin ah jah kui, Asline ora nduwe duit.

Ketlingsut [kè-tling-sùt] : Hilang / Belum ketemu | Dompetku ketlingsut mbuh nangendi, Padalo ora ono isine.

Kewok / Kawuk [kè-wòk] [ka-wùk] : Memukul dengan jari terkepal | Dikewok : Dipukul | Pak Erte dikewok raine karo Pak Erwe nganti njungkel.

Kharim / Harim [kha-rìm] :  Wanita [Harem : Arab] | Hariman : Pacaran dengan wanita | Lurahe ora tau mangkat kerjo, Khariman tok nang Linggo gaweane.

Kicik / Kicek [ki-cìk] : Masturbasi | Kowe gaweane kicik tok mesti ho, Nek Di-kon usung-usung ora kuat.

Kili / Ngileni [ngi-lên-i] : Membuat geli / Dikipas-kipasi | Wong kok senengane ngileni kuping, Opo ora keri sih? / Bar tak kileni, Jangkrike muni kenceng.

Klentung [klèn-tùng] : Kaleng | Nyacak telpon-telponan nganggo klenthung diwenehi senar karo korek, Iso pora?

Klethik-klethik [klè-thik] : Jajanan | Lha ndi kye kok ora ono klethik-klethike, Marai cangkeme pait.

Klewer / Nglewer [klê-wêr] : Menjuntai kebawah | Jare wong sing tau weruh Wewe, Ususe pating klewer.

Kliteri [kli-tèr-i] : Amati / Mengamati | Dikliteri : Diamati | Kampungku sering kecolongan, Nek mbengi cok dikliteri maling.

Klontengan / Kontengan [klòn-têng] : Iuran [slang] | Nglontengi : Meminta Iuran | Dikontengi : Diminta Iuran | Asem ah, Aku di klontengi jah terminal pas bali sekolah.

Kluwus [klu-wus] : Pudar / Kusut | Nyong sekolah nganggo klambine kakangku, Wes kluwus, Tapi ra kaiki.

Kobol-kobol [kò-bòl] : Keluar uang banyak / Terbebani biaya besar | Nyong nek kon njajake kowe-kowe terus yo kobol-kobol ra, Ndes!

Kober [kò-bèr] : Sempat | Waduh nyong ora kober moco grup, Akeh gawean nang Kajen.

Kocor [kò-còr] : Berlumuran darah | Weruh wong tabrakan getihe kocor-kocor, Nyong ndredeg.

Kojah [ko-jah] : bicara | Kojahan : Berbicara | Suko do kojahan bae si, Ojo do kopi paste berita politik, Marai geger tok grupe.

Kokiye / Koyo Kiye / Koiki / Koyo iki [kò-ki-e] : Kayak gini (dipersingkat) | Bentuke barangku kui koiki, Seje karo wekmu.

Kokop [kò-kòp] : Minum langsung dari piring/mangkok | Ngokop : Meminum | Dikokop : Diminum | Ora sah nganggo gelas, Dikokop bae langsung.

Kokuwi / Koyo kuwi [ko-kui] :  Kayak gitu (dipersingkat) | Ojo kokui ra Mhad, Nyong sungkan nek koiki carane.

Kol [kòl]: Nama merk mobil yang umumnya dipakai angkutan [Colt: Inggris] | Nyong dijak Om-ku nang Kajangan numpak kol Dunguni.

Kolah [ko-lah] : Bak Mandi | Nek kolahe gedi, Iso karo nggo ngingu iwak Mlatis.

Kolang-kolang [ko-lang] : Selokan | Ora usah nyeroki Sepat nang kolang-kolang, Le! Gatel kabeh ngko.

Kolom [kò-lòm]: Dekat / Teman | Dikolomi: Diajak berteman | Aku ora dikolomi karo jah kampung, Jare aku kwi kemlithi.

Kolu [kò-lu] : Doyan | Nyong ora kolu mangan nang kono, Dapure kemproh nemen asale.

Kombor [kòm-bòr] : Kebesaran / Terlalu lebar | Clonomu kombor koyo Elvis, Tapi ora pantes.

Komble [kom-ble] : Istilah untuk wanita nakal [slang] | Mbiyek akeh komble nang Monumen, Saiki wes ora nono.

Kondo / Kandan [kòn-dò] : Bilang / Ngomong | Ora kandan nek saiki penampilane Al, Lha wong perawatan nang salon terus ogh.

Kondor [kòn-dòr] : Turun bero  | Wong kae kondor saiki, Melas nemen. Ora keno kesel.

Kongang [ko-ngang] : Bisa / Mampu | Bocahe ora kongang menek klopo.

Konjat [kon-jat] : Bisa | Nyong ora konjat nek kon mlaku tekan nduwur, Lempoh.

Kontal [kon-tal] : Terpental | Dek mburi ditabrak kol sayur, Montore kontal tekan sawah.

Koprekan / Tabuhan [kò-prêk] : Membunyikan suara membangunkan orang tidur untuk saur | Ngko mbengi koprekan mubeng kampung, Nggowo ember puo.

Kopok [kò-pòk] : Penyakit keluar cairan dari telinga | Kowe ke njelei, Kopoken-mu mbok di obati ring dokter mono.

Koreng [kò-rêng]: Luka bernanah| Korengen : Mengalami luka bernanah | Koreng-mu nang dengkul kok ora mari-mari?

Kornel [kòr-nêl] : Sepak pojok [Corner :Inggris] | Kowe sing nendang kornel, Aku ngko sing nyundul.

Kosok [kò-sòk] : Gosok | Kosokan : Membersihkan badan dengan menggosok | Aku zik kosokan, Moro-moro lawange kamar mandi mbukak dewe.

Kotomono / Kotomonoho / Koyomono [ko-to-mo-no-ho] : Semisal / Seumpama / Ibarat | Kotomonoho kowe kuwi layangan, Kawur mono mene katut angin.

Koya [ko-ya] : Bohong | Dikoya : Dibohongi | Ojo gelem dikoya karo kae, Dobol tok kakean gaya.

Krasem / Kersem / Kersen [kra-sèm] [kêr-sèn] : Aku tau menek wit Krasem nang ngarep omahe Bulik-ku, Jebulno’o akeh ulere.

Krembik [krèm-mbik] : Tidak bisa diam karena sesuatu | Kowe kok krembik terus ora iso angteng? Nangopo? Gatel pok?

Kreweng [krê-wêng] : Pecahan Genting | Dolanan “Boy” nek ora nganggo kreweng lha pak nganggo opo hajak?

Kriwil [kri-wìl] : Keriting | Dikriwil : Dibikin keriting | Rambutku kriwil awit cilik, Apak tak luruske nang Salon ben tambah ayu.

Kriyip / Kiyip [kri-yip] : Ngantuk | Kowe turu bae, Matamu wes kriyip-kriyip kokui ogh.

Kroco [krò-cò] : Keong Sawah | Nek pingin mangan kroco enak, Nyacak aring Nggarut.

Krusuk / Ngrusuk [kru-sùk] :  Tersesat | Dikrusuke : Disesatkan | Aku wingi nggoleki omahmu ra temu, Ngrusuk tekan kebon sengon.

Kruwel [kru-wèl] : Posisi tidur tertekuk | Nek turu nang kene do pating kruwel, Katisen cok e

Kudanan [ku-dan-an] : Kehujanan | Bali dek nggonmu, Aku kudanan trus mriyang nganti saiki.

Kunduran [kun-dur-an] : Terkena sesuatu dari depan | Aku mau mbengi kunduran trek, Pecah kabeh lampune.

Kualon / Kuwalon [ku-a-lòn] : Tiri | Jare sing entuk warisane, Anake sing kualon, Po ha ah?

Kwijan [kwi-jan] : Nama kampung di daerah keputran | Omahku nang Kwijan, Dolane nang Rahayu, Nonton Extrashow.

Kye / Kiye / Ke : Ini / Nih (penegas) | Bubure wes mateng kye, Do njukuk piring gagiang.

Kye ho / Kyeo / Kiye Ho : Ya? (Kalimat Tanya)  | Drengas-drenges, Bar entuk arisan kye ho?

keperang
Dalam Kamus Bahasa Pekalongan, Keperang artinya kena pisau sendiri. Dok : https://hellosehat.com

Kamus Bahasa Pekalongan : L

Ladhak [la-dhak] : Galak | Pembantune sebelah ladhake por yakin, Njukuk pot siji be diseneni.

Lampar [lam-par] : Jauh / Kemana-mana | Wong kae nek hunting foto lampar, Hiso tekan ngendi-ngendi ora.

Latar [la-tar] : Halaman rumah | Ayame kerep do nelek nang latar, Nek tak gusahi, Sing nduwe jengkel.

Laut [la-ùt] : Istirahat | Laut sik ra, Wes jam rolas kye.

Lebar [lè-bar] : Sehabis / Setelah | Lebar dek kene, Nyong pak aring Ncomal tuku Apem.

Lebe [lè-be] : Naib / Petugas Kelurahan | Lebe-ne mau mrene takok karo aku pak kawin kapan sidone.

Ledo [le-dò] : Goda | Ngledo : Menggoda | Diledo : Digoda |  Aku mbiyek kerep ngledo C.S e BRI tapi ra tau direspon.

Leg / Leb [lèg] : Telan | Ngeleg : Menelan | Dileg : Ditelan | Aku nge-leg idu tok ra bisone, Weruh kowe disanding uwong liyo.

Leh [lhêh] : Kawan / Bung (panggilan akrab) : Ojo koyo kui ra Leh, Kokiye bae genah.

Lek / Lik [lìk] : Panggilan kepada orang yang lebih tua / Panggilan kepada penjual | Iki sekilo-ne piro, Lek? Dinyang oleh pora?

Lempoh [lêm-pòh] : Tidak kuat / Capek | Awakku lempoh kabeh bar bal-balan wingi sore nang Lapangan Perintis.

Lendehan [lên-dêh]: Bersandar | Kowe ojo lendehan nang gegerku ra, Awakmu gedi kokui yo nyong ora kuat.

Lendetan / Lendotan [lên-dhêt] : Bersandar | Temboke ojo dilendeti, Urung garing labur e.

Lengo Liyun [lè-ngò-li-yùn] : Minyak Tanah | Dhe, Pak tuku lengo liyune se-liter, Mbayare ngesuk ho?

Lenjeh [lên-jêh] : Genit | Pak ring pasar Podosugih tuku awu be pijar paesan, Lenjehe pok.

Ler [lêr] : buka | Ngeler : Membuka | Diler : Dibuka | Aku pak ngeler dagangan sik ho, Dolane mengko sore bae.

Lolak Lolok [lho-lhak-lhò-lhòk] : Bego / Bodoh | Kowe kye isone lholhak lholhok tok, Padahal kharime wes tekan kene.

Lihap [li-hap]: Kasur Tipis | Turu nanggo lihap bae, Nang kasur busa malah awakmu ngko loro kabeh.

Liren [li-rên]: Istrirahat | Ojo ngoyo, Liren sek ndak ngko awakmu loro.

Liron [li-ròn] : Ganti Rugi | Nglironi : Mengganti | Aku nglironi sejuta goro-goro ngilangke kalunge koncoku.

Lobok [lò-bòk] : Kegedean | Dasterku lobok, Lengenku ketok seko kamera henpon pas vidio call-an.

Lhogok [lhò-ghòk] : Makian | Bocah lhogok pancen kowe, Kon tuku rokok malah bali, Duite balekke mene!

Logrok [lò-gròk] : Berjatuhan | Jambune do logrok ora ono sing apek.

Longok [lò-ngòk] : Lihat | Nglongok : Melihat | Dilongok : Dilihat | Nyacak dilongok ndisik omahe, Ono wonge pora?

Luber [lu-bêr] : Penuh | Kolahe wes luber, Mono Sanyone dipateni ndisik.

Lulut [lu-lut] : Jinak | Asune wes lulut nek karo aku, Ora bakal nyokot.

Lup / Kulup [ku-lùp] : Panggilan Anak laki kecil yang belum baligh | Lha kok nangis kuwi nangopo Lup? Dorone ilang pok?

Luru [lu-ru] : Cari | Ngluru : Mencari | Diluru : Dicari | Akeh wong do luru akik nang kali.

Kamus Bahasa Pekalongan
Njegok Lendehan Tembok Asale Bar Kecolok.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : M

Maklume [mak-lom-e] : Maaf / Dimaklumi tidak bisa memberi | Maklume ho pak, Ibuke tindak, ngesok bae mrene maneh.

Manggon [mang-gòn] : Ajeg / Bertempat tinggal | Wes dikon lungo puo wong kui tetep manggon nang ngisor bruk.

Mangklehe / Mangkliye [mang-kleh-e] : Akhirnya / jadinya / berubah jadi | Wong kowene ora melu, Mangklehe ora rame ra acarane.

Mangpi [mang-pi] : Lima rupiah | Nyong mbiek jaman SD sangune mangpi, Keno nggo tuku opak angin.

Marai [ma-ra-i] : Mengakibatkan / Memulai : Ojo ngguyu terus, Marai kaku wetenge / Ojo marai sik, Ben kono bae sing marai.

Mari [ma-ri] : Sembuh | Wes mari pok watukmu?

Mat [mat] : Melihat / Perhatian | Ngematke : Memperhatikan | Dimatke : Diperhatikan | Tak mat-mat ke bocah kae soyo suwi soyo ketok manis.

Mayah [ma-yah] : Bikin susah | Wong senenge mayah uwong, ora ngerti nek kene yo lagi sengsoro.

Mayeng [ma-yèng] : Pergi Main | Bocah kok gaweane mayeng bae, Kapan sinaune.

Mbalelo [mba-lè-lò] : Sulit Dikasih Tahu | Kowe ki nek dikandani mesti mbalelo, Pak manut sopo denese?

Mbarang [mba-rang] : Setelah | Mbarang saiki wes sugih, Kowe klalen karo aku.

Mbarang [mba-rang] : Ngamen | Tutup bae pagere, Ndak ono wong mbarang mlebu.

Mblandang [mblan-dhang] : Kelewatan / Terlewatkan | Pak pos e mau wes liwat kene tapi kok mblandang mrono bae.

Mbededek [mbè-dè-dèg]: Dingin mengental karena dibiarkan | Lawuhe nganti mbededeg asale ora ono sing mangan.

Mbedegel [mbè-dè-gèl] : Jengkel / Marah | Aku mbedegel nemen nek reti ayam pak ngendog, malah dicolong maling.

Mbedogrog [mbè-do-grog] : Duduk disuatu tempat cukup lama | Opo ra pegel kowe dek mau mbedogrog nang kono ?

Mbedut [mbè-dut] : Nakal bukan main | Anake camate mbedute por, Numpak montor mubeng-mubeng kota ora nganggo helm.

Mbejijak [mbè-ji-jak] : Nglunjak | Oalah pancen dasar bocah mbejijak, Dikandani wong tuo malah nantang.

Mbeler [mbè-lèr] : Tidak pakai aturan | Karang jah mbeler, Dikongkon Simake malah ngluyur otok lungo.

Mbek [mbêk] : Sebelah / Dengan | Omahe mantanku sing mbek kono / Kowe mrene mbek sopo?

Mberat [mbe-rhat]: Minggat | Ojo mberat bae ra, Omahe diurusi! Wes ra betah weruh raiku pok?

Mberuh [mbè-rhuh] : Banyak | Njo mancing nang Kali Meduri, Nang kono Bayonge mberuh.

Mbesengut [mbè-sè-ngut] : Muram | Sakpele utange tak tagih, Nek ketemu nyong, Raine mbesengut terus.

Mbestureke [mbès-tu-rêk-e] : Ikut lamaran | Nyong pak melu mbestureke nek kowe sido dilamar ngesok.

Mbeyak [mbe-ak] : Polisi | Ono mbeyak nang pos, Ojo liwat kono.

Mbidung [mbi-dùng] : Ikut-ikutan tanpa alasan | Wong kuwi tah iso ne mbidung otok, Ora ngerti opo-opo sing penting katut.

Mblegesdrek [mblè-gês-drêk] : Tidak jelas bentuknya | Diarep-arep wong akeh, Jebulno’o malah mblegesdrek hasile.

Mbok’an [mbòk-an] : Siapa tau | Mbok’an kowe nduwe duit akeh, Aku pak nyilih entuk pora.

Mbopo [mbò-pò] : Siapa tahu | Aku langsung nembak bae, Mbopo bocahe gelem karo aku.

Mborao [mbo-ra-ò] : Mungkin | Mbuh tekan mborao surate, Wong prangkone bekas.

Mbreginjal [mbrè-gin-jal] : Tidak bisa tenang | Dek mau mbreginjal bae, Goro-goro diseneni Simbahmu pok?

Mecedel [me-cê-dêl] : Tidak kuat menahan beban | Nek awakmu gedine semono, Yo mecedel ra akune nek mok tindihi.

Mecodol [mè-cò-dòl] : Keluar tiba-tiba dengan sendirinya | Urung tak apak-apake kok wes mecodol anune.

Mecucu [mè-cu-cu]: Mulut monyong | Wong e mau teko mrene karo mecucu, Jare nggoleki kowe tapi ora temu.

Mek [mêk] : Pegang | Ngemek : Memegang | Dimek : Dipegang | Ojo ngemek knalpot, Panas!

Mek-mek [mèk-mèk] : Dipegang-pegang kasar | Melas yakin kae, Pemandu lagune dimek-mek wong akeh.

Memper [mêmpèr] : Umum / Lumrah : Ora memper ah, Wong sugih kok pelite nemen.

Mempur [mèmpur] : Molek / Matang | Pelem e wes mempur, Gagiang dipek, Selak dipangan Codot.

Men [mên] : Agar / Biar | Men cepet mari, Obate diombe, Nduk.

Mencit [men-cit] : Terpencil | Omahmu mencite por ho jebule, Pijar nyabrang kali karo ngliwati alas.

Mencoro / Mencorong [mèn-co-ro] [mèn-cò-ròng] : Mata yang masih segar belum bisa tidur | Anakku sing cilik izik mencoro mripatne, Akune wes arip nemen.

Mendem [mèn-dèm] : Mabuk | Aku tau dijak mendem karo mbeyak, Bar kui ditakoki tau nyolong opo bae.

Mendeleng [men-de-lêng] | Dientuti nang sebelahe puo mendeleng otok, ora ngalih

Mengsol [mêng-sol] : Miring / Tidak pas | Drijiku mengsol siji bar ketabrak Trek sampah.

Meniren [mè-nir-èn] : Tertawa hingga perut kaku | Kowe nek nglucu marai meniren yakin, Melu stand-up komedi bae sih.

Menjoto [mèn-jo-to] : Benjol | Goro-goro kejeduk tembok, Bathukku menjoto.

Menjuluk [men-ju-lùk] : Tidurnya Kurang Ke Atas | Kae turune menjuluk, suwi-suwi cok tibo nggledak.

Merceko [mèr-cê-ko] : Kebanyakan omong / Aneh-aneh | Ora usah merceko kowe ah, Njo ndang ditapuki bae.

Merot [mêròt] : Miring | Lambene merot mengiwo bar keno stroke.

Mester / Plester [mèstêr] [plèstêr] : Lantai | Ojo do nang mester dolanane, Bar dipel kui, Ndung.

Methel [mè-thèl] : Ruwet | Tulisane Dokter kae koyo Benang methel ho, Ora iso diwoco.

Mad / Warmad [whar-mhad] : Panggilan kepada rekan karib | Mhad, Pak ring ndi Mhad? Celer raimu, Mhad.

Menis / Manis [mhê-niz] : Ungkapan pujian | Mheniz temen kye totonane taman, Nyonto nang majalah opo?

Miyang [mi-ang] : Nelayan | Nggonku isine wong miyang, Longko tukang.

Mleho [mle-kho] : Tidak Semangat, Meleset, Payah | Bocah kui ora iso diandalke, Paling mleho tok nek wes tekan nggone.

Mlethek [mle-thek] : Membuka dengan sendirinya | Barteh e nek wes mlethek berarti wes mateng kuwi.

Mleyot [mle-ot] : Bengkok / Tidak lurus / Kendor | Garisane wes mleyot asale nggo dolanan anakku pedang-pedangan.

Mliling [mli-ling]: Melotot | Plilang Pliling : Melotot kesana kemari | Satpame plilang-pliling dek mau, Krungu suoro wong nang mburi pager.

Mlipit [mli-pit] : Menyisir rambut dengan rapi (disertai minyak rambut) : Dandan mlipit pak ring ndi kowe Ji? Pak ring Mbendingsari pok?

Mlodot / Modot [mlò-dòt]: Menjadi panjang / tinggi | Bar sunat pirang sasi wingi, Saiki anakku langsung modot dadi 160 duwure.

Mlokek [mlò-kêk] : Muntah | Bar mangan kresem bosok, Bocahe mlokek-mlokek nang pinggir kali.

Mlumah [mlu-mah] : Terlentang | Aku tak mlumah sik, Sedino ngadeg terus, Kesele por.

Mono / Mrono [mò-nò] : Sana / Kesana | Mono luru genter, Nggo nyengget pete.

Montor Mabur [mòn-tòr-ma-bùr] : Pesawat Terbang | Montor Mabur, Damare mati, Munggah nduwur, Sing ati ati, Kei Duite!

Moro-Moro [mò-rò] : Tiba-tiba | Lha kok moro-moro kowe wes tekan kene nda? Kapan mangkate?

Mrobos / Mbrobos [mrò-bòs] : Masuk / menyelinap tanpa ijin | Wes dijogo satpam puo, Aku iso mrobos tekan njero.

Mrongos [mrò-ngòs] : Gigi depan bagian atas maju | Wes untune mrongos, Raine atos, Jaluk di kaplok pancen kae bocah.

Mulane [mu-la-ne] : Makanya | Mulane ojo sok ngapusi, Mengko ngang ora dipercoyo uwong.

Munggo’o / Mungguho [mung-nggò-ò] : Semoga | Munggo’o aku entuk arisan, Ben iso nyaur utang karo kowe Nju.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : N

Ncrekal [ncre-kal] : Ngeyel  | Anakku nek dikandani mesti ncrekal koyo simakane.

Nda [nda] : Kamu / Panggilan persahabatan | Ngko ndisek Nda, Aku zik kosokan.

Ndak-ndak ro [ndak-ndak-ro] : Asal / Sekenanya | Wes mbuh pokok e ndak-ndak ro bae, Sopo reti dadi.

Ndandap [ndan-ndap] : Bingung / Panik | Nyong ndandap pas tekan Njakarta, Ora reti lor kidul.

Ndarak / Nderek [ndêr-rêk] : Dikira | Ndara’i : Dikiranya | Ndarakmu aku rung adus? Aku uwes yo

Ndelalah / Ndilalah [ndè-la-lah] : Tidak sengaja | Ndelalahe kui aku wes bali ndisik, Dadi ora keno masalah.

Ndeso [nde-sò] : Kampungan | Ojo ndeso-ndeso nemen sih kowe, Mosok numpak mobil kocone kudu dibukak.

Ndes / Gondes [ndês] : Gondrong kampungan | Ndes, Mrene ra ndes, Ono Kacang karo Pilus kye nggo klethik-klethik.

Ndetheng [ndê-thêng] : Miring | Bar sunat, Adikku mlakune ndetheng-ndetheng.

Ndeyan [ndê-yan] : Mungkin | Tokone wes tutup nek yahmene ndeyan.

Ndeweh [ndê-wêh] : Memble | Lambene ndeweh kakean mangan rujak, Kepedesen cok e.

Ndewon [nde-wòn] : Aku | Ojo klalen karo ndewon ra sing wes ngajari kowe nakal.

Ndlenger [ndlê-ngêr] : Tidak konsentrasi kedepan | Kijangku ditabrak driver Gojek mau mbengi, Bocahe ndlenger, Dolanan hape cok e

Ndlohom [ndlò-khòm] : Bingung karena suatu kejadian | Bar tak critani, Bocahe ndlohom tok karo ngowoh.

Ndolor [ndò-lòr] : Bertanggung Jawab | Wes tuo tapi ora ndolor, Genda’an bae gaweane, Ora eling wes pak nduwe putu.

Ndopok [ndò-pòk] : Berbicara ngawur | Kowe ojo seneng ndopok sih, Mulane ora ono wong ngandel.

Ndrawasi [ndra-wa-si] : Bahaya / Riskan | Ojo liwat dalan kono, Ndrawasi akeh oli tumplek.

Ndredeg [ndrèdèg] : Takut / Jantung bergerak cepat | Ndredeg aku pas ketemu kowe nang ngisor jembatan.

Ndrejes [ndrê-jês] : Netes | Ngerti kabar kui, Aku nangis nganti ndrejes kabeh.

Ndung / Landung [ndùng] : Panggilan untuk anak yang sudah sunat / baligh | Ojo cepet-cepet kokui ra ndung nggenjote, Enter-enter bae.

Nek’an [nek-an] : Kukira | Nek’an kowe wes mangan, tiwas segone tak pakake ayam.

Neker [nê-kèr] : Kelereng | Nang njero Pylox biasane ono Neker e.

Nempil [nèm-pil] : Membeli barang sesama pedagang dengan sedikit keuntungan | Yu, nyong nempil lengone rong liter ho? Ono wong luru.

Nempur [nèm-pùr] : Membeli beras | Nyong ora iso nempur kye nek mok jak dolan terus.

Neratak [nèr-ra-thak] :  Ketakutan | Bar konangan nyolong, Bocahe neratak pas diparani polisi.

Neyeng / Nieng / Nai [nê-yêng] : Berkarat | Rujine wes do nieng keno Benyu rob, Ganti pelek sisan bae!

Ngabuk [nga-bùk] : Mengklaim / mengaku-aku | Kowe ojo ngabuk ra, Kiye genah wek-ku sih.

Ngacret [nga-crèt] : Mencari jawaban detail | Nyong kwi ora reti opo-opo kok koe takoke ngacret bae dek mau.

Ngadeng [nga-dèng] : Terangsang | Aku ngadeng pas weruh wong wedok do adus nang Kali Loji.

Ngampat [ngam-pat]: Mendatangi tempat yang dirasa cukup jauh | Ejianah, Hiso bocahe ngampat dewe aring Ndieng usum udan kokiye.

Ngang : Terus | Nek wes kokiye ngang priye ?

Ngangsu [ngang-su] : Menimba air | Jaman saiki kok izik ngangsu, Nganggo PAM bae, Murah!

Ngebrok [ngèbròk] : Eek di celana | Pas jaman SD aku tau ngebrok nang kelas, Mambu kabeh sak sekolahang.

Ngecembeng [ngècèmbèng] : Menggenang | Pas rob gedi kae, Kampung kene ngecembeng kabeh tekan kidul.

Ngedis [ngè-dis] : Nafsuan | Pak Kos e ngedise por, Sering nginjeni aku nek pas adus.

Ngedrel [ngè-drêl] : Memaksakan | Bocah ko nek njaluk dolanan ngedrel bae dek mau, Ra keno ora.

Ngegang [nge-gang] : Mengangkang | Goro-goro bar sunat, Mlakune rodo nge-gang mangklihe.

Ngekek / Ngakak [ngê-kêk] : Terbahak | Tekan kene Engkohe ngekek-ngekek tok dikabari nek ban e bocor.

Ngelih [ngè-lìh] : Lapar | Aku ngelihe por sewengi urung mangan sego.

Ngendelong [ngèn-dèl-lòng] : Kendor / Tidak lurus | Kabele SUTET ngendelong, Wediku nek tugel keno angin.

Ngeng [ngèng] : Gila | Ngeng kye bocah, Wong wes rampung kok tembe’e pak mangkat.

Ngentir / Ngutir [ngèn-tir] : Perjalanan jauh sendirian | Kowe ngentir mrene mbengi-mbengi opo ora wedi?

Ngentorang [ngèn-to-rang] : Menggampangkan persoalan | Ojo ngentorang ko kuwi ra, Kye serius masalahe.

Ngepot [ngè-pòt] : Ngebut meliuk liuk | Ngerti kabar omahe kemalingan, Kajine langsung mbandang numpak motor karo ngepot-ngepot.

Ngeweng [ngê-wêng] : Nakal | Jah ngeweng dikandani angel, Saiki nek loro yo rasake.

Ngeyak / Ngganyil [ngè-yak] : Memaksa terus | Wes reti ora nduwe duit kok ngeyak / ngganyil pak tuku bae dek mau, Mbok ngesok sih.

Nggagar [ngga-gar] : Mampus | Waduh nggagar kiye nek konangan Guru BP, Mberat bae njo.

Nggal : Setiap | Kakangku ora tau prei, Nggal dino mangkat nang Nggrosir, Nawake utangan.

Nggejah [nggè-jah] : Banyak sekali | Nek pak luru Urang, Mono nang Njambeyan, Bakule nggejah, Garek milih.

Nggendu [nggèn-dhu] : Tidak bisa dinasehati | Bocah nggendu, Kandanane angel, Sokor kowe saiki ngrasake loro.

Nggendring [nggèn-dring] : Meninggalkan dengan cepat | Bocahe langsung lungo nggendring bar tak wenehi duit.

Ngger [ngger] : Di / Tetap di | Nek urung aman, ngger kene bae Nju, Daripada nang kono keno masalah.

Nggiyeng / Kiyeng [ki-yèng] : Ngotot/memaksakan | Bocah kui nggiyenge por nek kon motret model, Padalo awake zik loro.

Ngglambir / Nggelambir [ngglam-mbìr] : Berlemak | Saiki kok wes ngglambir kabeh awakmu? Ra tau olahraga pok?

Nggupir [nggu-pìr] : Jatuh dengan posisi berputar | Bar nyenggol Katana Abang, Bocahe nggupir nang tengah nggili.

Ngiras [ngi-ras] : Jajan di warung | Bar entuk gajian kye, Njo ngiras nang Bu Casturah.

Nglabur [ngla-bùr] : Memutihkan dinding dengan kapur | Wes pak pitulasan kye, Wayahe nglabur pager ngarep.

Nglayap [ngla-yhab] : Dolan | Gaweane nglayap bae, Bojone ora tau dikancani.

Ngleker [nglè-kèr] : Ngorok | Turune nganti ngleker, Cok e kesel mau isuk bar njaring iwak nang wangan.

Nglemprak [nglem-prak]: Duduk di bawah | Aku ora pak njegok nduwur, Suko nglemprak bae nang ngisor, Penak.

Nglepape [nglè-pa-pe] : Kecapekan sehabis intim | Penake pok kye ho, Nglepape karo nonton tivi. Sakpore ah!

Ngleyang / Ngleang : Melayang tak beraturan | Dorone mabure ngleyang-ngleyang kawur angin

Nglencer [nglên-cêr] : Bepergian | Wingi nglencer nang ndi bae, Nyah? Kok seminggu ora katok?

Ngligo [ngli-gò] : Telanjang dada | Sumuke por hawane, Suko ngligo bae, Pak orak ketok panuku.

Nglorot [nglò-ròt] : Mengurai obat dari kain batik | Nyong zik kerja nglorot, Mambune obat, Ora sah mene!

Ngorong [ngò-ròng] : Haus | Ngoronge nemen ah bar mlayu-mlayu, Ngombe Es Kauman penak kye.

Ngodos [ngò-dòs] : Bernafsu | Adiku nek main bal ngodose por, Ora gelem kalah, Kabeh digapraki.

Ngowoh [ngò-wòh] : Diam dengan mulut terbuka / melongo | Ojo ngowoh ra, Ngko kelebon laler.

Ngregoli [ngre-gòl-i] : Ikut Mengganggu | Kye bocah retio mau rasah melu, Ngregol-ngregoli otok.

Ngrengges [ngrèng-gês] : Apa-apa mau | Raimu kye nggrenggese por ho, Pelem wes tibo puo dipangan.

Ngromet [ngrho-mèt] : Berbicara sendiri | Jare bar metu dek RSJ wes mari, Tapi izik wutuh ngromet bae wong kui.

Njebluk [njè-blùk] : Meletus | Gunung Merapi jarene njebluk maneh?

Njelehi [njè-lêi] : Kelakuan tidak menyenangkan / menjijikkan | Njelehi pancen ogh wong kui, Wis dikandani tetep bae nguyuhe nang kono.

Njepat [njè-pat] : Terlepas | Sandalku njepat bar tak nggo bal-balan nganggo bal basket.

Njering [njè-ring] : Kecil Hati | Wes ora usah njering nek ora kasil, Ngesok dibaleni maneh puo ora kaiki.

Njingklat [njing-klat] : Kaget dengan gerakan meloncat | Mbakyuku njingklat pas weruh Coro mlaku nang sikile.

Njo : Yuk | Njo dolan aring nggonku, Tak gaweke teh panas sing pait.

Nju : Panggilan untuk perempuan dewasa | Priye Nju? Sido njukuk daster nggonku pora? Utang oleh ogh.

Nok / Si Nok [nòk] : Panggilan (anak) perempuan yang lebih muda | Si Nok e saiki tambah ayu sakploke bar nduwe anak.

Nono [nhò-nhò] : Tidak ada | Nono bocahe nang kene, Jare satpam e wes bali dek mau.

Nombarang [nòm-mba-rang] : Juga / Segala (Kalimat Penekanan) | Wong wes gering kok pijar diet nombarang, Ayah-ayah tok kowe.

Nto-Nto : Jajan Pasar | Tuku Nto-nto karo Mi kenyol be rasane wes enak nemen.

Nopo [nò-pò] : Juga | Sisan bae ra karo koncomu nopo, Dijak mrene kabeh, Tak jajake Bandos.

Nopo’o [nò-pò-ò] : sekalian | Nek mangan karo brambange nopo’o ra, Ojo satene otok.

Nun [nùn] : Apa (Jawaban jika dipanggil)  | Nun, Opo Nju, Aku nang njero zik ganti klambi.

Nuwo [nu-wò] : Sok tua | Nuwo ah, Koyo paham-pahamo kae kowe kye.

Nyemeh [nyê-mêh] : Aneh | Ojo nyemeh ra, Mosok nggawe Kopi pak diwei Sirup.

Nyolet [nyò-lêt] : pekerjaan mewarnai batik | Nyong nek awan nyolet, Mulane tangane kelire macem-macem.

Nyong / Inyong [nyòng] : Aku | Nyong asline sungkan weruh kowe, Tapi pak ora wes.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : O

Odol-odol [ò-dòl] : Obrak abrik  | Ngodol-odol : Mengobrak abrik isi / Diodol-odol : Diobrak abrik isinya | Tas ku ojo mok odol-odol ra, Rusak kabeh barange.

Ogh / Og / Ok [ogh] : Kok (Akhiran) : Aku pak nglamar kowe, Jebule kowe wes kawin ndisik ogh, rasido ra mangkle.

Onggrongan [òng-grò-ngan] : Gaya berlebihan dari biasanya | Ngonggrong : memancing orang untuk melakukan perbuatan berlebih | Dionggrong : Dipancing agar berbuat lebih dari biasanya | Ora usah onggrongan, Sedino kok mangan ping limo.

Ora Kaiki [o-ra-ka-i-ki] : Nggak Masalah | Wes ora kaiki dinggo bae sandale, Leh.

Ora-kere [o-ra-ke-re] : Ora sudi | Ora kere nyong kon melu mrono, Nyenengke kowe tok.

Otok / Tok [ò-tòk] : Aja | Dek mau hasile kokui otok kye?

Oyok / Oyak [ò-yòk] : Kejar | Ngoyok : Mengejar | Dioyok : Dikejar | Aku mbiyen doyok-oyok karo jah kae nganti gilo, Mbarang wes tuwo biasa.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : P

Padalo / Padala [pa-dal-lò] : Padahal | Hawane kok tetep panas ho, Padalo iki kan nang njero ngomah.

Padang-Njembrang/Jimbrang : Suasana terang sekali | Langite kulon padang njimbrang, Ketoke ora udan.

Paes [pa-ês] : Solek | Paesan : Bersolek | Bu Hajjah ora paesan be ayune nemen ho, Opo meneh nek dipaesi.

Paido [pa-i-do] : Menyalahkan | Maido : Menyalahkan pekerjaan orang lain | Percuma, Kerjo nemen-nemen mung dipaido tok karo bose.

Pak / Apak [a-pak] : Akan / mau | Pak njajake aku siomay kapan kye sidane?

Pak Ora [pak-o-ra] : Biarin | Pak ora nengke bae, Ngko mari dewe. Nyong wedi suntik asline.

Palango [pa-lang-ò] : Siap-siap / Jaga-jaga | Sak palango tuku mantel, Asale wes meh usum udan.

Palasan [pa-la-san] : Liar | Karang jah palasan, Ora tau mulih tur ora tau diseneni simake.

Palting / Planting / Steger [pal-ting] [stê-gèr] : Tiang Listrik | Ono wong mabuk nabrak planting, Ora let sui mlokek-mlokek.

Pames / Pemes [pa-mês] : Pisau Pengasah | Aku klalen ora nggowo pames, Potlotku tugel kabeh pucukane.

Pangling [pang-klìng]  : Lupa wajah | Manglingi : Berbeda dari biasanya | Raimu kok saiki manglingi sih, Perawatan pok?

Pantaro [pan-ta-ro] : Padahal  : Mau mbengi listrik mati, Pantaro nyong zik nggambar urung rampung.

Pathak [pa-thak] : Lempar  | Mathak : Melempar | Dipathak : Dilempar | Wong sing kampanye numpak trek dipathaki watu karo wong kampung.

Pati / Patio [pa-tio] : Seberapa | Nyong ora patio sreg karo pimpinane grup, Arep tak gawe geger ogh.

Pati-pati [pa-ti]: Punya maksud | Pati-pati gasik mrene, Mesti wong kui pak antri ndisik dewe.

Pating [pa-tìng] : Pada | Barang do pating slangkrah nang ngarep ruang tamu, Ora ditoto.

Pawon [pa-wòn] : Dapur / Tempat memasak | Nek wong nggunung, Pawone mesti nganggo seng, Mbuh ben opo ora ngerti.

Pece [pe-che]: Mata tidak melihat | Matamu pece pok mas? Becak anteng-anteng kok mok tabrak.

Pecirit [pè-cì-rìt] : Mencret yang keluar tak tertahan | Waduh aku pecirit nang katok, Pak bali sek ah ganti sempak.

Pedek [pê-dèk] : Dekat | Medeki : Mendekati | Dipedeki : Didekati | Ojo medeki aku, Wes wudhu, Ngko marai batal.

Pedoyo [pè-do-yo] : Timun Rebus (Sayur Asem) | Mangan Pecak nek ora karo Pedoyo yo wagu.

Peneng [pê-nèng] : Semacam STNK untuk Sepeda | Jaman mbiyek pit kudu ono penenge, Nek ora ono didendo.

Pengilon [pè-ngi-lon] : Kaca Cermin | Lipstike simak ketinggalan nang ngarep pengilon, Sak tesmake.

Penging [pè-ngìng] : Beri Tahu / Nasehat | Menging : Memberi Tahu | Dipenging : Diberitahu / Dinasehati | Wes dipenging bola-bali kon sinau, Malah senengane dolanan PS bae.

Pentil [pên-til] : Karet penahan angin | Pentile rusak, ban e pitku nggembos. Aku ra mangkat sik.

Pentil [pèn-tìl] : Mangga Muda / Puting | Ayo rujakan neng nggonku, mumpung peleme izik pentil / Pentile mbake ketok nrawang, Asale klambine teles kudanan.

Pernahe [pèr-nah-e] : Kelihatannya | Pernahe wong kui  kok sugih ho, Mrono mrene nggowo mobil gonta ganti, Plat abang meneh.

Pesten [pès-tên] : Takdir/sudah pasti | Wes pesten sugih kuwi mbesuke, Wong keluargane balung kuat kadek mbiyek.

Peteng-Dhedet [pè-tèng-dhè-dèt] : Gelap gulita | Nggone peteng ndedet, Ora weruh dalan blas.

Pijar / Pijaran [pi-jar] : Tidak Seharusnya | Kowe pijar nggowo panganan, Wong nang kene be wes disediake.

Pilak [pi-lak] : Bekas luka di kepala | Pilaken : ada luka dikepala | Ndasmu ono pilake, Mbiyen tau tibo pok?

Piyan / Payon [pa-yòn] : Atap Di Dalam Rumah | Piyan omahmu apik tapi akeh cecake yo, Wedi aku nek ketiban.

Playon [pla-yòn] : Berlari-larian | Ojo do playon sih, Mengko nek tibo kepriye, Ndung?

Plecing [plè-cing] : Komisi | Mlecingi : Memberi komisi | Diplecingi : Diberi komisi | Aku diplecingi Engkoh e “nopeknggo”, Bar mayoke manuke.

Plencing [plèn-cing] : Pergi dengan segera | Begitu kowe teko, Adiku langsung lungo plencing, Mbuh nangopo.

Plonga-plongo [plo-ngo]: Bengong | Tak kiro kowe paham masalahe, Jebule mung plonga-plongo tok isone.

Plosdrong : Pelorot [plòs-dròng] | Mlosdrong : Melorot | Diplosdrongke : Dipelorotkan | Katoke kegeden ukurane, Mangklehe nek tak nggo mlosdrong terus.

Poak [po-ak] : Edan / Gila | Pak ora nengke bae kae jah poak, Ra sah dikolomi.

Pok [pòk]: Banget | Polisine sing jogo Ponolawen beguse pok yakin.

Pok / po [pòk] : Kah (kalimat tanya) | Kowe pak bali ndisik pok? Tak terke puo njo.

Pokekan [pò-kêk] : Menggunakan celana pendek [slang] | Nyong nek nang omah poke’an tok karo nganggo lektok.

Por [pòr]: Banget | Saiki Juragane ayune por ah, Yakin!

Por-Poran [pòr] : Sok-sokan | Ora usah por-poran, Biasa bae, Ngko gelo lho kowe nek duite entek.

Poyok [pò-yòk] : Ejek | Moyoki : Mengejek | Dipoyoki : Diejek | Mbok aku ojo dipoyoki terus sih? Wes reti aku nangisan puo.

Pragak [mpra-gak] : Nama daerah di selatan Landungsari | Nek pak luru kreweng, Aring pragak bae, Akeh nang kono.

Pranggok [prang-gòk] : Tempat produksi batik | Wingi Pranggok-ku di bongkar karo Satpol PP, Jare nyalahi aturan.

Prengas-Prenges [prê-ngês] : Senyam senyum sendiri | Bar ditukoke mobil bapakane, Bocahe prengas prenges terus saiki.

Prengat-Prengut [prè-ngat] : Bersungut-sungut | Aku kye wes njaluk maap, Tapi raine zik wutuh prengat-prengut bae.

Puo / Po’o [pu-ò] : Saja | Nyong milih sing kiye puo wes, Ora kaiki.

Pupruk [pu-prùk] : Terus menerus / kontinyu | Pupruk bae terus kiye gaweane, Lha preine kapan?

 

Kamus Bahasa Pekalongan : Q

Qithing [qi-thìng] : Jari tangan kaku / mati rasa | Tanganmu qithing nek kakean nyogoki silit ayam.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : R

Rahat [ra-khat] : Menyenangkan [Arab] | Pas kumpul jah akeh kae rahate pok yakin, Sayange Kowe ra melu.

Raimu [ra-i-mu] : wajahmu / Panggilan akrab teman | Raimu kye o, Senengane nek mrene mung nunut ngising.

Rayah / Rayahan [ra-yah] : Rebutan | Ngrayah : Merebut | Dirayah : Direbut | Aku nek bali sekolah melu-melu jah gedi ngrayah layangan nang pedek “Rice Mill”.

Rebues [rê-buês] : Surat ijin mengemudi [Rijden Bewijs : Belanda] | Simbahku crito jaman mbiyek tau ditilang asale ora nggowo Rebues.

Regut / Regud [rè-gut] : Tidur [Arab] | Bocahe izik regut, Dinteni puo pok? Timbang bali ra ono hasil?

Reken [rê-kèn] : Hitung | Direken : Diperhitungkan | Kerjaanku ora direken karo Pimpinane, Padalo wes bener kabeh tur aku wes semangat nemen.

Remukan [ré-muk-an] : Sisa Potongan gorengan tempe / tahu | Nyong lawuh remukan bae wes seneng, Opo maneh lawuh Srimping.

Rewah [re-wah] : Tidak bisa diam / Banyak polah | Bu, Anakmu nek nang sekolahan rewah bae, Ngledoni kancane senengane.

Ring / Sing [rìng] : yang | Nek wes rusak Hapene, Ganti ring anyar ra, Ojo kesuwen.

Riwuk [ri-wuh] : Ganggu | Ngriwuki : Merepotkan / Mengganggu | Diriwuki : Diganggu| Ojo diriwuki Leh, Ben rampung ndisik kerjaane, Melas kae dek mau urung laut.

Rok [ròk] : Tipe Permainan | Yuk dolanan rok rembet, Hompimpah sing kalah dadi.

Rusuh [ru-suh] : Porno | Bocah kui ngedise por, Nek ngomong mesti sing rusuh-rusuh.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : S

Sak [sak] : Sekalian | Kowe nggowo panganan sak ngombene ho, Ben ora usah tuku nang ndalan.

Sakdonge [sak-dong-e] : Sebenarnya | Kowe pak utang piro sakdonge, Ngomong bae.

Sakmohe [sak-mho-he] : Banyak | Jah gendut kae nek mangan sakmohe, njukuk sego nganti piringe kebek.

Sakpele [sak-pêl-e] : Setelah | Sakpele dagangane ditukoni Nyai Lanjar, Mangklihe warunge laris nemen.

Sakploke [sak-plòk-e] : Seusai | Sakploke kawin, Bocahe arang-arang cangkruk nang Poskamling.

Sakpore [sak-pòr-e] : Hebat / Keren | Pancen sakpore kae Kajine saiki, Duite akeh, Lungo-lungo tekan luar negri.

Saksake [sak-sak-e] : Terserah | Nek aku sih mangan saksake, Sing penting enak.

Sangsoyo / Sansoyo [sang-sò-yò] : Semakin | Sangsoyo suwi kok tak rasake kowe soyo kemaki.

Sapeh [sa-pêh] : Makan selain ASI | Disapeh : Diajari Untuk Tidak Menyusu Ibunya | Anakku wes mulai tak sapeh pas umure rong taun.

Saur [sa-ur] : Balas kata / Bayar utang / Makan saat puasa menjelang subuh : Ora usah mok sauri, Ndak malah gegeran / Wes mok saur po urung posone? Nek urung ngko mbengi Saur bareng aku.

Sayah [sa-yah]: Capek | Nyong pak turu liren ndisek, Sayah awet mau mepe Gereh dewean.

Sayange [sa-yang-e] : Sayangnya | Sayange kowe wes bali ndisik, Jane arep tak jak nang Prapatan, Mangan Sego Toel.

Sebeh [sê-bêh] : Bapak / Ayah | Sebehku tuku akik larang-larang, Bar-barane mung dijolke ayam tok, Dugal nyong.

Sedengan [sè-dèng-an] : Secukupnya | Aku ora usah akeh-akeh, Sedengan bae segone, Ngko ndak ora entek.

Sedhet [shê-dhêt] : Bekas Luka di Wajah dekat mata | Raimu kok ono sedhete, Wes tau kebacok pok?

Seje [se-je] : Bukan | Seje sing kuwi sing tak luru Koh, Sing kokie.

Sekranding [sè-kran-ding] : Nama tempat jaman dulu | Jare kok do main voli nang Sekranding, Lha pora benjir?

Selak [sè-lak] : Keburu | Wes ra nyong selak kebelet nguyuh, Mandeg sik luru POM.

Selang / Jelang [sè-lang] : Pinjam | Nyelang/Njelang : Meminjam | Diselang : Dipinjam | Mbok aku diselangi duite nggo nempur, Aku wes nganggur setaun.

Selonjor / Slonjor [slon-jor] : Duduk dengan meluruskan kaki kedepan / Beristirahat | Nyong pak selonjor sik ah, Kesel dek mau rapat terus.

Selot [sè-lot] : Semakin | Selot suwi tak rasak-rasakke banyune sumur soyo asin, Ganti PAM ah.

Selot [sè-lot] : Mengunci dengan Slot| Diselot = Dikunci | Lawange samping diselot Le, Wes mbengi.

Semeh [sêmêh] : Ibu | Semehku senengane nonton Drama Kroya, Nggal dino yakin ah.

Semelet [sè-mè-lêt] : Panas banget | Hawane iso semelete por, Pak lungo-lungo sungkan.

Semeyang [sè-mê-ang] : Ribut | Ojo do semeyang bae si, Nyong pak turu.

Sempok [sèm-pòk] : Aneh / Edan | Pancen sempok kowe, Kelakuanmu marai ngekek.

Semprikut [sèm-pri-kut] : Terburu-buru Mengerjakan sesuatu | Bar adus ono tamu dek kantor, Mangkle nyong semrikut nggawe wedang

Sempritan [sèm-prit-an] : Peluit | Jaman dadi PKS nang Sekolahan, Aku nggowo sempritan nggo ngatur lalu lintas.

Semrantal [sèm-ran-tal] : Gesit / Lugas | Jah kae nek krungu panganan langsung semrantal mangkat.

Semrawut [sèm-pra-wut] : Kacau | Acarane bubar, Lha bocah-bocahe do semrawut kabeh, Ora do ngurusi.

Semromong [sèm-rò-mòng] : Hawa panas | Ora ono angin blas nang kene, Rasane semromong kabeh.

Semut Geni [sè-mùt-gè-ni]:  Semut Merah | Semut geni nek nyokot rasane panase pok. Koyo omonganmu.

Sengget [sêng-gêt] : Mengambil buah / Memetik | Nyengget : Memetik | Disengget : Dipetik | Bar nyengget pelem, Awakku gatel kabeh dirubung semut.

Sengit / Semengit / Nyemengit [sè-ngit] : Sebel / Menyebalkan | Nyengit : Ngeselin | Disengiti : Dibenci | Nyengite pok nek karo aku, Dititipi kon nggawake krupuk be ora gelem.

Sentil [sèn-tìl] : Melakukan pekerjaan mengunci | Disentil : Dikunci | Jendelane mburi disentil, Men ora mbukak dewe.

Sentolop [sen-to-lop] : Lampu Senter [Stolp : Belanda] | Biasane nek pas kamling, Nyong ora klalen nggowo Sentolop nggo nyenteri Pelem.

Seringgit [se-ring-gìt] : Uang jaman dulu senilai Dua rupiah lima sen | Tuku brambange seringgit bae, Yu, Ora sah susuk.

Setapruk / Saktekruk [se-ta-prùk] [sak-te-krùk] : Banyak sekali bertumpuk tumpuk | Duit e setapruk, Pingin opo garek tuku, Mesti klakon.

Setil [sè-til] : Rapi / Necis | Tangi turu, Adus, Sarapan, Dandan sing setil, Marani mantan nang Kampil.

Singan / Saksingan [sak-sing-an] : Terserah | Aku wedange sak singan bae, Sing penting mok bayari.

Singkek [sing-kêk] : Orang Tionghoa pendatang yang belum bisa bahasa Jawa / Indonesia [Shin kek:Tionghoa] | Nang ngarep Banjarsari mbiyek akeh singkek-e, Nganggone kaos oblong karo sandal Lily.

Singo-singoho [si-ngo-ho] : Terserah pilihannya | Nek nyong anut bae tah tuku opo, Sak singo-singoho, Sing penting ora iso dipangan.

Singsot [sing-sòt] : Siul | Nyingsoti : Mensiuli | Disingsoti : Disiuli | Pas liwat kene disingsoti karo jah nom-nom, mangklihe Bu Lurahe jengkel.

Sintren [sin-trên] : Atraksi Budaya khas Pekalongan | Jare sing dadi sintren kudu zik prawan, men iso ndadi.

Skut [skud] : Diam [Uskut:Arab] | Mending skut bae daripada kowe omong malah disrengeni Bapakmu.

Slangkrah [slang-krah] : Tak tertata | Bukune ora tau ditoto, Do pating slangkrah nang nduwur kasur.

Slentik [slèn-tik] : Selentik | Dislentik : Di-selentik | Kupingku mau mbengi dislentik Abah nganti abang, Goro-goro klalen ora Magriban.

Slepi [slê-pi] : Dompet | Duite nang Slepi ho Nok, Jukuk dewe tapi ojo akeh-akeh!

Sliwar-sliwer [sli-wèr] : Bolak-balik | Dek mau sliwar-sliwer bae nang ngarep omah tapi ora wani mlebu.

Slomot [slò-mòt] : Terkena Api (rokok)| Keslomot : Terkena api | Dislomot : Dikenain Api : Tanganku keslomot rokoke bojoku pas mbonceng, Tak kaplok raine mangklehe.

Sohib [sò-hib] : Teman akrab [Arab] | Adik-ku jebul sohibe mbakyumu ho? Dolane bareng terus.

Solokontho [sò-lò-kòn-tò] : Suryakanta | Nek pak ngobong omah ojo nganggo Solokontho, ora biso. Nek kertas, biso!

Sombeng [sòm-bêng] : Sobek / Robek | Layangan sombeng be dirayah, Suko genah tuku bae si.

Sosi [sò-si] : Kunci | Disosi : Dikunci | Sosi ne dreswar nangendi, Mak?

Sprengan [sè-prêng-an] : Bermain tali karet | Njo dolanan sprengan, Nyong nduwe karet akeh biasa nggo mbunteli es.

Srampang [sram-pang] : Lempar | Nyrampang : Melempar | Disrampang : Dilempar | Wes tau disrampang sandal po urung kowe, Lup?

Srawan Celeng [sra-wan-cê-lêng] / Sawan : Ayan | Kowe nek wani karo wong tuo cok keno srawan celeng delok’en, Mbok manut sih!

Sreg [srèg] : Pas / Cocok | Nyong sreg nek mangan Garangasem nang kene, Asale ora larang.

Srengen / Sengen / Senen [srè-ngên] [sè-ngên] : Marah | Nyengeni : Memarahi | Disrengeni : Dimarahi | Aku bar nyengeni bojoku, Asale nek dolan ora reti wayah.

Srimpung [srim-pùng] : Menyela / Kacau | Nyrimpungi : Mengacaukan Pekerjaan/suasana | Zik mancing penak-penak, Moro-moro ono sing nyrimpungi, Mangklihe bali ra akune.

Sruwal [sru-wal] : Celana Pendek [Sirwal:Arab] | Acarane ora resmi bek, Sruwalan bae ora kaiki.

Stan [stan] : Gaya / Stane : Gayanya | Stane koyo yak yak o kae, Padalo mung wong payah.

Stanplat / Stamplat [stam-plat] : Terminal Bis | Omahku mbiyek nang Cerme, Pedek Stanplat.

Striwel [se-tri-wèl] : Kaos Kaki | Striwelan : Memakai kaos kaki | Mbok nganggo striwel men sepatumu ora mambu!

Suko [su-kò] : Mendingan | Nek nyong suko mulih daripada cangkruk nang kene akeh lemute.

Suker [su-kèr] : Tidak suka / Sebal | Nyukeri : Menyebalkan | Nyong suker nek ono jah kui, Bali bae Njo!

Suluh [su-lùh] : Kotoran dimata | Motomu zik akeh suluhe, Urung raup pok kwe?

Sungkan [sung-kan] : Malas | Nyungkani : Bikin malas | Ah kowe ke nyungkani ogh, Nek dolan mrene mesti ora tau nggowo panganan.

Susuk [su-sùk] : Uang Kembalian / Pengasihan | Nek duitmu Seket, Susuke selawe |  Bu Erte jare nganggo susuk, dadine ketok ayu, Asline biasa otok.

Susuk [su-sùk] : Alat memasak | Jikuke susuk ndung nang mburi kulkas, Nggo nggoreng tempe karo mendoan.

Sut Jreng [sut-jrêng] : Suit | Wes ra sut jreng ndisik, Sing kalah tunggu krupuk.

Suwing [su-wìng] : Sumbing | Bar operasi suwing saiki kowe katok rodok mending leh.

 

sintren
Dalam Kamus Bahasa Pekalongan, Sintren adalah sebuah Ritual Budaya. Dok : https://indonesia.go.id

Kamus Bahasa Pekalongan : T

Tah [tah] : Memang | Nek kae yo pancen ayu tah, Wong kulite resik ra tau dolan.

Tak [tak] : Akan / Kata ganti | Tak gawakke oleh-oleh nek pas aku mulih, Ojo kuatir / Aku tembe tekan kye, Bar iki tak turu sek dilit yo.

Talangi [ta-lang-i] : Dibayari dulu | Nalangi : membayarkan | Ditalangi : Dibayari terlebih dulu | Aku ditalangi sik yo Nju, arisane, Duitku izik digowo bojoku karaoke.

Tambeng [tam-bèng] : Nakal | Koncoku tambenge por nang sekolahan, Tali BH ne konco wedok ditariki.

Tanak / Tanakan / Tenek [ta-nak] [tè-nêk] : Berarti (kan) | Wong kowe sak omah lungo kabeh, Omahmu kosong tanak’an?

Tapeh [ta-pêh] : Kain Panjang biasanya untuk Bawahan | Ibuk pak njaitke tapeh nang Nggrogolan, Nggo pranti nek ono acara.

Tapekno’o [ta-pêk-no-o] : Meskipun demikian | Raine sangar puo, tapekno’o wong e apikan tur bloboh.

Tapsiyun [tap-si-yùn] : Stasiun | Biasane bocahe ngamen nang ngarep Tapsiyun karo cangkrukan nang ngisor wit.

Tapuk [ta-pùk] : Mulai | Napuki : Memulai | Ditapuki : Dimulai | Njo ra ditapuki arisane, Wes sore kye, Selak bojoku bali.

Tauto / Taoto [ta-u-to] : Nama makanan khas Pekalongan [Cau Do : Tionghoa] | Nggon Pasar Senggol kae ono warung tauto enak, Duduhe kentel.

Tebah [tè-bah] : Alat pembersih kasur dari sekumpulan lidi | Ditebahi : Membersihkan kasur dengan tebah | Nek apak turu, Kasure ditebahi ndisik Nok.

Tegesan [tè-gè-sang] : Puntung Rokok | Jaman saiki wes ora ono wong luru tegesan maneh, Rokoke do nganggo filter kabeh.

Tembe / Tembe’e [tèm-be] : Barusan | Aku tembe’e tekan kye, Ojo langsung do minggat ra.

Tembelek [tèm-bè-lêk] : Kotoran Hewan | Mambune koyo tembelek lencung, Basenge por!

Temen / Nemen [tè-mèn]: Banget | Gurih temen kye rasane, Kowe pingin kawin pok?

Temon [tè-mòn] : Bertemu | Nemoni : Menemui | Ditemoni : Ditemui | Aku wingi bar temon karo konco-koncoku SD nang Mbermi.

Templek [têm-plêk]: Tempel | Nemplek | Menempel | Ditemplek : Ditempelkan | Aku wes nempleke stiker Kabel nang montor tapi kok izik diklontengi o.

Temumulen [tè-mu-mu-lèn]: Bengkak / Sakit di ibu jari | Goro-goro dolanan Gembhot (gamewatch) terus, Tanganku mangklihe temumulen.

Tenger [tè-ngèr] : Batu Nisan | Sing entuk ngganti tenger kui wong sing wes nduwe mantu, Nek kowe yo urung oleh.

Tenggeng [têng-gêng] : Mabuk | Bar ngamen biasane gento-gento kae do tenggeng nang ngarep STM.

Tenggok [tèng-gòk] : Senggama dalam bahasa kasar | PL e ditenggok karo boss e awan-awan nang Hotel.

Tenggor [têng-gòr] : Senggol | Aku pas nang dalan tau ditenggor karo Bis Ezri, Untunge ora tibo.

Teo [te-og] : Banget [slang] | Acarane reuni ono bludas-bluduse, Asik teo.

Teplek [te-plêk] : Sandal | Aku nduwe teplek Daimatu, Ilang nang mejid pas Jumatan.

Tepak / Tipak [tè-pak] : Bekas | Kuwi mau wedang bekas tepak e Kyaine, Diombe bae men berkah.

Ter [tèr] : Antar | Ngeter : Mengantar | Diter : Diantar | Njo nyong diter aring Pasar Tiban, Jare ono diskonan.

Ter [tèr] : Selentik | Diter : Diselentik | Njaluk diter kupingmu pok nek kowe ora gelem dikongkon bapak?

Tesmak [tès-mak] : Kata Maca Baca | Nyong nek ora nganggo tesmak ora iso moco, Leh. Tulisane cillike por.

Timbang / Nimbang [tim-bang] : Daripada | Timbang kowe turu, Suko mendingan ngancani aku aring Ndoro.

Titis [titìs] : Akurat | Nyong nek main Neker ora titis, Tapi nek kon ngincer pelem, Lha we.

Tlembungan / Plembungan [tlèm-bung-an]: Balon | Jah cilik do dolanan tlembungan, Senenger por weruhe.

Toel [tòêl] : Kikil / Kulit Sapi | Nyong biasane nek istirahat, Mangan Sego Ndok Toel nang Hollywood.

Toklek / Poklek : Patah | Sikilku sing kiwo tau toklek goro-goro numbuk pager Kelurahan.

Toler [to-lêr] : Selang Air | Nek ngumbah mobil ben gampang nganggo toler, Ojo nganggo timbo.

Trilong-trilong [tri-lhòng] : Bercahaya | Ejian ah kae Bu kaji, Hiso penampilane trilong-trilong pas njagong mantene anak e Pak Wali.

Tronggong [tròng-gòng] : Terkam | Nronggong : Menerkam | Ditronggong : Diterkam | Ayamku ditronggong karo Luwak nang mburi omah.

Tuli [tu-li] : Setelah itu | Umum e uwong yo nek wes kerjo trus kawin. Lha bar kawin tuli nduwe anak.

Tumbuk [tum-bùk] : Tabrak | Ditumbuk : Ditabrak | Ketumbuk : Tertabrak | Awas nek nyabrang sing ati-ati ojo sampe ketumbuk jah sekolah.

Tumpil [tum-pìl] : Pecah sebagian | Untu-ku sing ngarep tumpil goro-goro ditabrak Becak mbengi.

Tumplek [tum-plèk] : Tumpah | Numpleke : Menumpahkan | Nyong mau nang warung numpleke botol saos, Kon nglironi.

Tuntheng [thun-thèng] : Hitam Sekali (Kalimat penegas) | Bar panasan mangklihe ireng tuntheng kokui raine.

Tur [tùr] : penekanan pada sesuatu | Uwonge begus tur awake putih resik, Marai pingin ngambung.

Turutan [tu-ru-tan] : Juz terakhir Alquran | Nyong nang Langgar nek bar Ashar, Ngaji turutan karo Yai Jenudin.

 

Kamus Bahasa Pekalongan : U

Ubel-ubel [u-bèl] : Istilah untuk perempuan muda gampangan [slang] | Garek dijajake bakso tok, Ubel-ubele gelem digowo, Temenan!

Udak / Udag [u-dak] : Kejar | Ngudak : Mengejar | Diudak : Dikejar | Nyong wingi ngudak kowe ora kecandak, Ngebute por kowe ho?

Udan Kethek [kè-thêk] : Hujan tanggung | Wes njo mangkat bae, Kiye paling udan kethek tok.

Udek [u-dèg] : Aduk | Ngudek : Mengaduk | Diudek : Diaduk | Wedange wes diudek urung sih, Kok ra kroso manis koyo aku?

Udik-udik [u-dìk] : Bagi-bagi uang | Bar Sawalan, Nang Tirto jare ono wong pak adum udik-udik, Njo mangkat pok?

Uduhi [u-duh-i] : Tunjuk | Nguduhi : Menunjukan Sesuatu/ Menasehati | Diuduhi/duduhi : Ditunjukan Sesuatu | Tak uduhi yo le, Nek nang kene ojo gemboran, Akeh jah cilik / Duduhi nggone ngendi? Tak paranane.

Ulem-ulem [u-lèm]: Mengundang orang/hajatan | Ngulemi : Ngundang | Diulemi : Diundang | Ojo klalen aku diulemi nek kowe pak kawin, Ngko ora tak sumbang wes.

Umbrus [um-mbrus] : Kacau | Do umbrus ogh senengane, Ora taat aturan. Lampu abang ogh jalan.

Umer [um-mèr] : Kacau / ribut | Ojo gawe umer nang kene ho, Izik do ngaji.

Undu / Urun [u-run] : Penyertaan | Kowe ora melu undu opo-opo kok geger bae? Pak opo donge?

Uruk-uruk [u-ruk] : Kata untuk menyambut hujan | Uruk-uruk udane sing gedi, Tak kei gulo kopi.

Usek / Miusek [u-sèk] : Kerupuk pasir khas Pekalongan | Ojo klalen nek mulih Kalongan gawake usek sak blik yo.

Usum [u-sùm] : Musim | Ngusumi : Memulai | Wulan Februari biasane usum Duren, Njo aring Lolong | Sing ngusumi dangdut koplo kui wong Jawa Timur.

Kamus Bahasa Pekalongan : W

Wader Pithak [wa-dèr] : Ikan sungai yang kecil dan bertanda di kepalanya | Percuma nang kene, Isine wader pithak ttok, Ra iso dipancing.

Wadhe [wa-dhe] : Iri / Dengki | Ora usah do wadhe karo jah kae, Pak ora karang zik payu.

Waduk [wa-dùk] : Perut | Wadukmu kok koyone tambah gedi, Ndes? Kerep ngombe mesti kowe ho?

Wadul [wa-dùl] : Lapor | Wadulan : Suka melapor | Diwaduli : Dilapori/ Diceritain | Aku diwaduli bocah-bocah, Jare kowe kerep mangani beling?

Wandu [wan-du] : Banci / Bencong : Karang jah wandu,  Lanang puo nganggone rok.

Wangan [wang-an] : Selokan / Kali kecil | Ojo mbuang sampah nang wangan, Marai benjir.

Wangur [wa-ngùr] : Bau tidak sedap / Membusuk | Mambune wes wangur, Berase ojo didang.

Wantah [wan-tah] : Air Putih | Nyong ora iso nyuguh opo-opo kye, Wantah otok onone.

Wenei / Wei / Wenehi [wê-nê-i] : Beri  / Diwenei : Diberi | Aku diwei kesempatan maju meneh ra, Mosok pisan tok.

Weng / Si Weng [wèng] : Panggilan Anak perempuan kecil yang kumuh | Pak tuku opo Weng? Nggowo duit piro kowe?

Wiyagae / Wiyogoe [wi-yo-go-e] : Sebaiknya | Wiyogoe kowe mangkat mrono bae, Njelaske kejadiane.

Wo / Siwo [wò] : Kakaknya ayah / ibu | Suko dolan nang omahe Siwo-ku bae, Iso apek Jembu karo njajan Kolok.

Wol [wòl] : Panggilan asal untuk kawan | Mrene ra Wol, Nyong wes tekan Kalongan kye.

Wulang [wu-lang] : Mengajar | Mulang : Mengajar | Diwulang : Diajari | Nyong tau diwulang guru kae nang kelas loro, Ora penak yakin.

Wungkal [wung-kal] : Batu Asah | Kowe nek dikandani koyo wungkal, Ngeyele por. Urung tau disrampang sandal pok?!

 

Kamus Bahasa Pekalongan : Y

Yak-yakan [yak-yak-an] : Berjalan sembarangan | Akeh wong tuwo nang kene, Ojo yak-yakan.

Yakher [ya-khêr] : Kabar baik [arab] : Yakher, Ji ?

Kamus Bahasa Pekalongan : Z

Zarik / Zarig [zha-rìk] : Curi [Syarik:Arab] | Nyarig : Mencuri | Aku mbiyek tau nyarig logo Astrea Prima, Dipasang nang topi.

Zim / Jim [zim] : Istilah untuk merahasiakan sesuatu | Zim Ah, Kowe ora usah ngerti, Pak nggo opo?

Zrob [zròb] : Minum / Mabuk [Syrob : Arab] | Ngko mbengi zrob Kinjeng njo, Mumpung ngesok prei.

Zrog [zròg] : Barusan saja | Nembe teko zrog apak lungguh kok rupamu wes ora penak, Bali bae ah.

Zuad [zu-wad] : Menikah [Arab] | Nyong sedelok maneh pak zuad kye, Ojo dijek’i sing neko-neko ra.

 

Kamus ini masih terus dikembangkan.

Aku berharap bantuan teman-teman semua untuk mengkoreksi, merevisi dan menambahkan kosa kata yang masih belum ter-entry, Agar kamus ini bisa makin lengkap. Dan semoga cita-cita adanya sebuah buku Kamus Bahasa Pekalongan ini bisa terwujud. Terima Kasih.

Maaf jika masih sangat raw, dan contoh kalimatnya juga masih seadanya. Penginnya sih masing-masing kosa kata diberi keterangan apakah ini Kata Benda, Kata Sifat, Kata Keterangan, Imbuhan, Akhiran, Sisipan dll. Butuh ahli Bahasa Indonesia yang mau mengorbankan diri dan waktu untuk involved dalam pekerjaan Kamus Bahasa Pekalongan ini. Semoga ada yang mau.

Last Update Kamus Bahasa Pekalongan :

Log  14-07-21

+ Kongang

+ Mendeleng

Log 05-01-21

+ Ngger

+ Mayah

Log 01-01-21

+ Jendel

Log 03-12-20

+ kata Pantaro

Log 28-12-20

Menambahkan kata cekek, dengal

Log 14-10-20

Menambahkan kata ngregol, sombeng, gembil

Log 10-11-20

Menambahkan kata ail, kebyek, jengklek, mbeler,

Log 03-11-20, 06.50

Menambahkan kata Cumo.

Log 01-11-20, 12.20

Menghapus kata Tibakno.

 

 



1 thought on “Kamus Bahasa Pekalongan Terlengkap”

  • Artikel ini membawa saya kembali ke masa SMP-SMA. Kampung halaman dengan banyak kenangan, gak hanya bahasanya yg memang banyak mendapatkan pengaruh Arab dan China, tetapi makanan dan budayanya juga.