Investasi Bitcoin Untuk Pemula : Mengenal mata uang Kripto

Investasi Bitcoin Untuk Pemula : Mengenal mata uang Kripto

Investasi Bitcoin Untuk Pemula : Mengenal mata uang Kripto adalah sebuah artikel yang membahas tentang pengenalan dunia mata uang digital bagi yang masih awam. Perkembangan dunia maya yang sangat cepat kadang membuat kita tersandung-sandung dalam memahami teknologi yang baru. Meskipun kadangkala teknologi itu sebenarnya sudah cukup lama, namun kita baru akan ‘ngeh’ ketika terjadi booming teknologi tersebut.

Contohnya adalah mata uang digital Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB) atau jamak disebut Cryptocurrency. Mata uang digital yang berbasis teknologi Blockchain ini sebenarnya sudah cukup lama eksis, namun baru trending pada pertengahan hingga akhir dekade 2010-2020. Nah ulasan ini nggak akan bahas yang sulit-sulit, namun akan bahas secara mudah agar bisa dipahami yang belum paham sama sekali.

coin
Ilustrasi mata uang digital

Mata Uang Kripto / Crypto

Mata uang berfungsi sebagai alat tukar atau alat pembayaran, begitu juga dengan Cryptocurrency atau mata uang kripto. Kamu bisa melakukan  transaksi pembayaran atau pembelian terhadap sesuatu barang atau jasa dengan menggunakan mata uang tersebut, misalnya Bitcoin. Kamu juga bisa menukarkan aset milikmu dengan mata uang lain melalui tempat pertukaran atau yang biasa disebut Exchange.

Mata uang digital ini pada dasarnya memiliki 2 ciri khas yaitu :

  • Di bangun diatas sistem Blockchain (semacam ledger atau buku besar) dimata semuanya tercatat dengan persetujuan network
  • Decentralized atau terdesentralisasi untuk urusan pengambilan keputusan. Tidak ada pihak yang berkuasa atau dominan didalam sistem yang terdesentralisasi melalui ribuan Node yang tersebar di penjuru dunia.

Mata uang yang paling terkenal dan paling mahal yaitu Bitcoin. Koin ini pada saat artikel ini ditulis harganya mencapai 580 juta per koin. Masih banyak koin lainnya seperti Stellar (XLM), Tron (TRX), Cardano (ADA), Pancake (CAKE), atau bahkan sudah ada koin-koin yang merupakan bikinan orang Indonesia.

tjipto
Kawan kita seorang trader handal, Tjipto bertemu dengan Oscar Dharmawan (CEO Bitcoin Indonesia, CMO Tokenomy)

Kegunaan Bitcoin

Untuk penggunaan Bitcoin saat ini,  lebih menguntungkan jika dipakai untuk trading atau perdagangan. Pergerakan harga Bitcoin yang naik terus dari masa kemasa dirasa oleh masyarakat sebagai investasi yang menjanjikan. Bitcoin nilainya ter-apresiasi karena hanya mempunyai suplai sebesar 21 juta koin (terbatas) berbeda dengan uang kertas yang setiap saat bisa dicetak oleh Bank Sentral (makanya nilainya turun terus, inflasi, harga-harga makin mahal).

Harga bitcoin pada awal mulanya hanya 0.3$ ditahun 2009, kemudian naik terus hingga sekarang mencapai 45.000$ di tahun 2021. Pernah mencapai ATH (All Time High) di harga 59.000$/koin pada bulan April 2021. Bisa membayangkan kira-kira keuntungan yang akan didapat bila kamu berinvestasi Bitcoin dari kemarin-kemarin. Di proyeksikan Bitcoin akan mencapai level 200.000$ pada tahun-tahun berikutnya.

Beberapa produk atau layanan sudah bisa dibeli dengan mata uang Bitcoin atau token kripto, seperti Mobil Tesla yang bisa dibeli dengan koin BTC atau DOGE, Atau membeli tiket pertandingan olahraga.

Sedangkan yang paling realistis untuk penggunaan bitcoin pada masa sekarang adalah untuk membeli Layanan Webhosting di beberapa penyedia layanan hosting. Pembelian jasa hosting sudah bisa memakai koin kripto. Mungkin saja kedepan kita bisa membeli Kebab, Pecel, Nasi Megono, Pecak Panggang, Soto Tauto atau makanan siap saji dengan Bitcoin.

Jenis-jenis Mata Uang kripto

Mata uang kripto selain Bitcoin bermacam-macam bahkan ribuan jumlahnya. Namun pada dasarnya hanya terbagi dalam beberapa network atau jaringan yang berbasis sistem PoS (Proof of Stake) atau PoW (Proof of Work). Gak usah dibahas ini terlalu panjang nanti, Yang paling terkenal tentu saja Bitcoin yang konon ditemukan Satoshi Nakamoto pada kurun waktu 2008-2009.

Beberapa Jaringan / ekosistem Crypto yang sudah eksis :

  • Bitcoin (SHA-256) : BTC, BSV, BCH, NMC, LCC. dll
  • Ethereum : ETH, SHIB, SUSHI, 1INCH, DODO, LINK, dll
  • Binance Smart Chain : BNB, CAKE, DOGE, XVS, SFP, TWT, TKO dll
  • Tron : TRX, BTT, WIN, JUST, SUN, dll

Masih ada jaringan yang lain seperti Polygon, Solana, Avalanche, dll, yang kalo ditulis disini akan bikin kamu tambah bingung memilih koin mana nantinya. Cuman sampai saat ini belum ada jaringan blockchain dari Indonesia, Kalah dengan India yang sudah bisa bikin network Polygon. kebanyakan orang Indonesia cuman hobi nyinyir di Facebook atau bikin trending topic di Twitter. Kalau penyedia layanan jual beli atau exchange sudah ada beberapa.

ekosistem
Ekosistem Bitcoin. Source : coin98analytic

Mata uang kripto ini seringkali dipadankan dengan istilah koin atau token. Memang ada perbedaan yang spesifik namun  itu akan dibahas lain kali saja. Gampangannya kamu bisa menyebut Bitcoin sebagai sebuah koin tapi Bitcoin bukan merupakan token. Token lebih merupakan pada sebuah produk turunan dari mata uang kripto yang berbasis blockchain.

Memilih Mata Uang Kripto

Untuk memilih manakah mata uang kripto yang tepat untuk investasi, Kamu perlu melakukan beberapa langkah seperti :

  • Mengenal dan mempelajari Koin yang akan di-investasi,
  • Mengenali tren pergerakan pasar.

Mengenal dan mempelajari Koin yang akan di-investasi,

Layaknya kamu akan membeli Ikan Cupang, Bunga Adenium atau Burung Merpati Kolong, Kamu tentu tidak mau asal beli. Kamu pasti akan memilih yang terbaik, tergesit, memiliki fundamental (sejarah) yang kuat serta yang paling dirasa bakalan menguntungkan. Maka dari itu, Riset lah terlebih dulu dengan mempelajari koin  atau token yang hendak dibeli agar kamu bisa mengerti gambaran (forecasting) koin tersebut ke-depannya.

Ada koin yang stabil, ada pula yang volatil (bergerak liar). Lalu ada pula koin meme. Biasanya koin meme ini merupakan koin guyonan saja yang fundamentalnya pas-pasan dan hanya akan melonjak pada awal-awal saja. Lalu ada pula koin micin dan juga koin scam, Untuk artikel membeli koin micin bisa kamu baca di link ini.

Untuk mempermudah pencarian koin, Kamu bisa melihat-lihat dan membandingkan melalui situs seperti Coin Market Cap, Coin Gecko, Digital Coin Price, dan sebagainya. Disitu juga kamu bisa melihat berapa kapitalisasi pasar dan volume masing-masing koin, Top Gainer, Trending koin dan juga koin-koin yang baru rilis ke pasaran.

Mengenali tren pergerakan pasar.

Ada kalanya pasar mata uang kripto akan terjadi penurunan (Bear Market) atau sebaliknya, Pasar mengalami tren kenaikan (Bull Market). Bukan hal yang susah untuk mempelajari ini, Karena kamu bisa mencari info grafiknya di situs-situs tadi yang sa sebutkan atau mencari di Google, Twitter, Discord, Reddit, Telegram atau iseng-iseng nanya di Quora.

Jangan lupa juga untuk mempelajari indikator pergerakan yang bisa membantumu menentukan keputusan saat akan berinvestasi.  Biasanya indikator ini tertanam pada aplikasi yang dipakai nantinya. ada bermacam-macam tools seperti Boolean, MACD, EMA, Stoch RSI, Parabolic dan lain sebagainya.

Bila kamu tidak ingin terlalu pusing, ya cukup gunakan feeling saja atau dalam bahasa nakalnya, Gambling. Bisa juga menggunakan Copy Trading yaitu meniru trader yang sudah expert.

Jenis-jenis Berinvestasi di Cryptocurrency.

Ada banyak cara investasi Bitcoin. Tidak hanya membeli dan menjual saja (Spot), Kamu juga bisa menabung (Saving), Staking atau sekalian bermain komoditi kripto berjangka (Futures). Dan ini bisa dilakukan juga dengan koin selain Bitcoin,.

  • Spot Trading : Jenis kegiatan investasi inilah yang paling pas untuk pemula, karena memberikan resikonya yang relatif rendah. Ilustrasinya begini : Kamu membeli mata uang kripto (Bitcoin) seperti layaknya kamu membeli mata uang negara lain (USD, GBP atau JPY) dengan harapan akan mendapatkan keuntungan ketika nilainya menguat. Jika menguat 10% maka kamu akan mendapatkan 10% keuntungan, vice versa. Udah pernah kan?
  • Saving : Kamu juga bisa menabung dalam mata uang kripto seperti layaknya menabung di Bank Lokal dengan menggunakan mata uang asing (BCA dollar misalnya). Pun disini kamu juga mendapatkan imbal untung seperti bunga bank.
  • Staking : Kamu bisa menaruh mata uang kriptomu dalam sebuah Liquidity Pool untuk mendapatkan hasil dari yang memberi fasilitas. Misalnya  : Kamu mempunyai koin Binance (BNB), kemudian ada penawaran staking dengan APY (annual percentage yield) sebesar 30% per tahun. Maka dalam setahun aset mu BNB akan bertambah 30%. Penyimpanan (staking) koin ini biasanya bersifat berjangka seperti produk Deposito. Bisa 1, 2, 3, 6 atau 12 bulan tergantung pilihan-nya.
  • Futures atau Perpetual : Pilihan kegiatan investasi yang ini adalah mengandung resiko yang paling tinggi. Seperti laiknya Forex, Kamu bisa membeli dan menjual mata uang dalam metode leverage. Karena ini artikel untuk  pemula, maka ini tidak dibahas lebih lanjut.

Memilih Aplikasi yang tepat untuk Investasi Bitcoin.

Sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi di dunia kripto, Kamu harus memilih aplikasi yang paling tepat dan mudah untuk ber-investasi. Kamu bisa menggunakan yang berbasis komputer atau aplikasi android. Kedua-nya memiliki fungsi yang sama hanya beda platform dan device saja. Yang terpenting adalah media tersebut sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Kamu ingin apa? Cuan? Sama.

Gunanya aplikasi ini adalah sebagai Wallet atau dompet penyimpanan Bitcoin yang akan kamu miliki. Aplikasi ini juga sebagai sarana untuk berdagang mata uang kripto.

Misalnya : Kamu bisa menjatuhkan pilihan pada aplikasi Tokocrypto sebagai sarana atau media untuk melakukan transaksi jual beli Bitcoin yang akan jadi aset investasi. Perusahaan Exchange asal Indonesia ini memiliki pilihan aplikasi berbasis Desktop komputer (Windows) dan juga aplikasi Mobile Phone untuk melayani kebutuhan pelanggan dalam berinvestasi.

 

Penampakan Pair IDR di Tokocrypto
Tampilan Desktop Tokocrypto

 

Investasi Bitcoin
Tampilan Aplikasi Android Tokocrypto

 

Kamu tidak harus memakai aplikasi ini, Banyak sekali aplikasi investasi Bitcoin yang ringan, simple dan tidak rumit tersedia di Google Playstore. Kamu bisa memilih aplikasi seperti

Investasi Bitcoin
Tampilan Aplikasi Indodax

 

Monggo terserah kamu mau pakai yang mana saja boleh, yang penting kamu merasa nyaman dan bahagia saat memakainya. Dan satu hal, Pilihlah yang sudah terdaftar resmi di Bappebti sebagai lembaga yang menaungi izin jual beli mata uang digital di Indonesia. Meskipun kalau ada apa-apa ya nggak mungkin juga lembaga itu kasih ganti rugi ke kamu, Tetapi minimal ada perlindungan hukum jika terjadi pelanggaran.

Mendaftar di Aplikasi

Kemudian daftarlah dulu di aplikasi yang telah kamu install. Kalau berbasis web tinggal kunjungi saja laman websitenya lalu melakukan pendaftaran. Setelah melewati proses KYC (Known Your Customer) maka kamu akan segera bisa melakukan investasi. Kamu juga bisa memilih aplikasi lain yang lebih komplek seperti Binance, Probit, Coinbase, Hotbit, FTX atau yang lainnya.

Setiap aplikasi berbeda-beda cara mendaftarnya. Ada yang mengharuskan upload KTP, Ada yang tidak dan cuma perlu membutuhkan nomor handphone saja. Biasanya butuh waktu verifikasi sekitar 1 hari untuk bisa sukses terdaftar.

Di dalam daftar aplikasi bikinan Indonesia yang diatas tersebut, tidak semuanya memberikan fasilitas seperti : Staking, Savings, Liquidity Provider, Futures, Margin dll. Biasanya hanya ada Spot Trading saja, Dimana kita hanya bisa menjual dan membeli saja. Tapi itu sudah cukup untuk memulai investasi Bitcoin atau mata uang kripto lainnya.

Cara Investasi / membeli Bitcoin atau koin crypto lainnya.

Sesudah terdaftar dan lolos KYC di aplikasi yang kamu sayangi, Maka kamu sudah siap berinvestasi di mata uang Kripto. Untuk memulai Investasi Bitcoin, Kamu harus melakukan deposit atau menanam modal untuk membeli mata uang kripto.

Caranya tidak terlalu sulit, Karena di dalam aplikasi yang disebut diatas tadi, Sudah terintegrasi metode pengiriman / transfer dari Bank lokal atau lembaga keuangan lain seperti OVO, Gopay, LinkAja, dll. Masing-masing aplikasi mempunyai cara, metode dan tampilan yang berbeda-beda, namun secara garis besar hampir sama.

 

investasi koin crypto
Contoh display perdagangan di TokoCrypto

Dua contoh skema pembelian bitcoin.

Pertama, Aset atau Uang yang akan / sudah dideposit akan dikonversi menjadi Rupiah digital atau Dollar digital (tergantung pilihanmu) untuk kemudian di gunakan untuk belanja / investasi membeli Bitcoin atau koin kripto lainnya. Misalnya : Kamu mentransfer rupiah ke Balance salah satu aplikasi diatas. Maka uangmu masih tetap dalam bentuk rupiah (IDR) dan siap dipergunakan untuk membeli koin kripto. Biasanya assetmu akan berada di Wallet / Dompet  aplikasi tersebut.

Kedua, Modalmu yang berupa uang rupiah bisa langsung dikonversi ke koin yang kamu inginkan, misalnya BTC, ETH, BNB, BIDR, USDT, atau BUSD. Jikalau asetmu sudah terkonversi menjadi koin cripto maka aset tersebut akan bergerak naik atau turun mengikuti pergerakan pasar.

Kecuali, Jika kamu membeli koin dalam bentuk Stable coin seperti BIDR (Rupiah), BUSD ($), USDT ($) atau USDC ($) dimana token-token ini merupakan token mata uang dollar digital yang stabil. Pergerakan Stable coin  sangat stabil, Perubahannya hanya mengikuti pergerakan mata uang aslinya dan tidak se-liar koin kripto. Misalnya : 1 USDT (Thether) sama dengan 1$ equal dengan Rp14.500. Maka nilai koin ini tidak akan beranjak kemana mana kecuali jika ada penguatan yang signifikan baik dari USD atau Rupiahnya.

Investasi Bitcoin atau Mata Uang Kripto : Cara Membelinya.

Kita asumsikan uang atau asetmu sudah dalam bentuk BIDR atau USDT. Maka kamu bisa mulai membeli token atau koin dengan memilih Pair (pasangan) yang tersedia di aplikasi. Setiap aplikasi memiliki jumlah pasangan trading yang berbeda-beda. Indodax dan Tokocrypto mungkin saat ini yang paling lengkap pair-nya.

Contoh : Bilamana dirimu ingin membeli koin ETH (Ethereum lho ya bukan Anthurium) dengan bayangan bahwa koin ini akan bakalan naik setinggi langit dalam beberapa waktu ke depan. Maka kamu bisa mencari pair ETH/BIDR atau ETH/USDT. Begitu juga dengan koin / token lainnya, akan ada beberapa pasangan / pair seperti BTC/BIDR, BNB/BIDR, DOT/BIDR, DOGE/BIDR dan lain-lain.

 

Investasi Bitcoine
Penampakan Pair IDR di Tokocrypto

 

Tiap mata uang memiliki nilai tukar yang berbeda-beda. Tentu saja koin Bitcoin (BTC) saat ini yang nilainya paling tinggi / mahal. 1 Bitcoin pada saat tulisan ini dibuat mencapai sekitar 580 jutaan. Waduh, mau investasi koin kok harus keluar duit segitu banyak? Tenang jangan panik dulu, Minum teh sambil nyomot gorengan juga boleh. Santai Bro!

Jangan khawatir dan gusar, Kamu tidak harus membeli 1 BTC untuk mempunyai Bitcoin. Kamu bisa membeli sesuai dengan jumlah uang yang akan kamu investasikan. Misalnya : Kamu memiliki uang hanya 1 juta saja, maka kamu tetap bisa memiliki Bitcoin untuk jumlah sekitar 0.0017 BTC. Lumrahnya, Penyedia layanan pertukaran mata uang kripto (Exchange) akan memberikan batasan transaksi minimal senilai 10 $ atau setara 150 ribuan, masih terjangkau kan?

Apabila harga koin Bitcoin yang kamu beli tadi bergerak keatas atau naik, maka kamu akan akan mendapatkan selisih keuntungan. Begitu juga sebaliknya (Vice versa), Jika nilai koinnya nyungsep atau jatuh, maka nilai asetmu akan berkurang. Hal ini berlaku sama dengan koin lainnya, kecuali koin ding-dong.

Teknis Jual Beli Bitcoin atau Koin Kripto Lainnya.

Membeli dan menjual Bitcoin atau koin kripto hampir sama metode-nya, hanya berbeda tombol Buy dan Sell saja. Dalam membeli dan menjual ada beberapa cara, Kita bahas yang paling umum saja yaitu : Limit dan Market.

Limit Buy / Sell

Metode Limit adalah Pada saat hendak membeli atau menjual aset, Kamu-lah yang menentukan di harga berapa proses transaksi mu akan triggered atau terlaksana.

Contohnya begini : Kamu akan membeli Bitcoin. Harga pasaran pada saat ini misalnya 400 Juta per 1 koin . Tetapi kamu ingin membeli pada harga  yang lebih murah, misalnya di angka 350 juta/koin. Untuk itu, Kamu bisa set Buy Limit di posisi 350 juta. Pada saat harga Bitcoin turun ke posisi 350 juta/koin, maka pembelianmu akan terproses. Jika harga tidak mencapai posisi tersebut, maka pembelianmu akan tetap pending.

Begitu juga dengan cara menjual / sell. Seandainya kamu memiliki koin Bitcoin hasil membeli di harga 350 juta tadi dan hendak kamu jual diangka 500 juta, maka kamu bisa Sell Limit diangka 500 Juta. Apabila harga Bitcoin naik hingga mencapai 500 Juta, maka penjualanmu akan terproses dan kamu akan untung. Jika harganya tak tercapai, maka ordermu tak akan terproses.

Perhitungan keuntungannya sederhana berdasar dari nilai atau jumlah koin yang kamu beli. Misalnya kamu membeli koin Bitcoin tersebut senilai Rp. 300.000 di harga 300 juta / koin, maka koin yang akan kamu dapati sejumlah 0.001 BTC. Pada saat koin itu dijual diharga 500 Juta. Maka nilai koinmu sudah berubah menjadi Rp. 500.000. Secara keuangan kamu untung Rp. 200.000.

 

But LImit

Contoh Buy limit di Aplikasi Tokocrypto

Buy/ Sell Market :

Metode Market adalah Pada saat membeli atau menjual aset, Pasar-lah yang menentukan harganya. Hal ini dikarenakan kamu tidak memilih opsi limit. Kadang-kadang harga pasar yang kita dapati tidak sesuai dengan apa yang tertera atau yang terlihat di layar. Namun untuk investor kelas kakap macam kalian, biasanya selisih harga tipis tidak menjadi masalah, dan proses transaksi buy/sell market itu pasti berjalan karena tidak menunggu harga yang di-setting terjemput.

 

Sell by market
Contoh Sell by Market di Aplikasi Tokocrypto

 

Secara umum, Teknis jual beli Bitcoin atau koin kripto di hampir semua aplikasi kurang lebih sama, mungkin hanya user interface dan tata letaknya saja yang berbeda-beda.

Tips yang berhubungan dengan Investasi Bitcoin.

  • Jangan pernah percaya orang lain, Syirik! Apalagi kalo level pengetahuan-nya sama, Beberapa ahli mungkin bisa dipercaya. Namun tak ada satu orangpun yang tahu  harga pasar mata uang kripto akan bergerak naik atau turun, termasuk yutuber atau mbah dukun kesayanganmu.
  • Jangan mudah pula ikut-ikutan FOMO (Fear of Missing Out) yaitu sebuah perasaan takut tidak kebagian cuan saat tren harga naik. Pokoknya pahami prinsip Buy High Sell Low, Eh kebalik, Buy Low Sell High.
  • Semua Chart Indikator itu hanya menyatakan data yang sudah lalu, Bukan data yang akan terjadi. Jadi buatlah sebagai pegangan saja (forecasting) bukan sebagai sebuah kepastian. Jangan pula memakai suara tokek sebagai katalis yang menentukan naik atau turunnya harga mentang-mentang ada situs bernama CoinGecko.
  • Ber-investasilah sesuai kemampuan. Maksudnya, Kemampuan untuk menangis dan menanggung akibatnya jika kalah. Kecuali kamu Crazy Rich atau keturunan Dewi Lanjar, bebas aja mau investasi berapapun, kalo perlu bikin koin sendiri, dibeli sendiri.
  • Serakah (greedy) boleh, Takut juga diperbolehkan, yang  paling penting adalah Keyakinan dan Kesabaran. Boleh memakai Stop Loss atau boleh saja tahan minus sampe kembali plus. Semua terserah dirimu, Duitmu gitu loh.

 

Kesimpulan cara investasi bitcoin atau koin crypto lainnya.

Paham ya sampai disini? Tidak terlalu sulit untuk bisa berinvestasi bitcoin atau mata uang kripto, Karena memang sejatinya tidak susah. Mungkin karena masih dikategorikan hal baru dan belum terbiasa saja, Kamu akan sedikit merasa kesulitan. Tetapi kalo sudah terbiasa pasti akan mudah. Jikalau belum apa-apa sudah merasa sulit, berarti kamu sudah tua bangka.

Ber-investasi di jagad kripto tentu mengandung dua pilihan resiko yang sudah tertulis di langit. Yaitu : Untung atau rugi, Pilihlah yang menurutmu menarik. Jika mau berinvestasi maka yakinlah pada pilihanmu sendiri berdasarkan riset yang sudah kamu lakukan. Tanya-tanya kanan kiri boleh saja, asal jangan nurut orang lain kayak kerbau yang dicucuk hidungnya, jadinya Kerbau tindikan dong ntar?

Diluar sana, Banyak orang dapet cuan saat ber-investasi mata uang kripto. Namun tidak kalah banyaknya juga yang apes, Investasi-nya tenggelam (underwater) bahkan loss. Untuk itu pahami dulu prinsip Do With Your Own Risk (DWYOR) dan jangan suka menyalahkan siapapun, apalagi nyalahin Presiden.

Artikel ini tidak mengajakmu untuk ber-investasi di dunia kripto melainkan memberi informasi saja. Tulisan ini juga bukan kuliah finansial, karena penulis bukan asisten dosen Manajemen Keuangan. Kalo semisal tertarik atau mau bertanya atau butuh bimbingan, Ada kawan yang akan membantu belajar atau tulis pertanyaan di kolom komentar.

Andaikata informasi dalam tulisan ini bermanfaat dan mau dipakai ya silakan, Jika tidak ya tidak apa-apa. Pada mau baca tulisan ini sampai selesai aja penulis sudah senang bukan main sampai menangis haru. Jika kamu sudah mau memulai investasi Bitcoin, Penulis doakan Semoga beruntung bisa sampai ke Bulan.

Catatan :

Artikel ini disadur dan ditulis ulang dari ulasan asli Cara Investasi Koin Crypto Untuk Pemula yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan audience di website ini. Penulis jamin ini bukan tindakan plagiasi, Yakin sumpah! Di website tersebut banyak artikel menarik tentang Cryptocurrency.